Gubernur Yulius Selvanus Perintahkan Waspada, Status SIAGA Tsunami Ditetapkan untuk Sejumlah Wilayah Sulut

oleh -329 Dilihat

Reportasemanado – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus bergerak cepat merespons gempa 7,7 Magnitudo yang mengguncang Sangihe pada Senin pagi, 8 Juni 2026 pukul 06.51 WIB.

Gubernur Yulius, langsung menginstruksikan jajaran BPBD Sulut yang dikendalikan Kepala Dinas Adolf Tamengkel untuk mengeluarkan peringatan dini dan imbauan kepada warga kepulauan serta pesisir pantai.

Berdasarkan pemodelan BPBD, sejumlah wilayah Sulut ditetapkan berstatus SIAGA. Estimasi waktu tiba gelombang tsunami paling awal terjadi di Kepulauan Sangihe pukul 06.51.55 WIB. Menyusul Kota Manado pukul 07.12.25 WIB, Minahasa Utara bagian Utara 07.12.40 WIB, Minahasa bagian Utara 07.14.55 WIB, dan Kepulauan Sitaro 07.16.10 WIB. Wilayah lain seperti Minahasa Selatan Utara, Bolmong Utara, Minut Selatan, dan Minahasa Selatan juga masuk SIAGA.

Status WASPADA juga ditetapkan untuk Kepulauan Talaud estimasi 06.58.25 WIB, Kota Bitung 07.19.25 WIB, Minahasa Selatan 07.42.25 WIB, serta beberapa daerah di Maluku Utara, Sulteng, dan Kaltim dengan estimasi gelombang datang hingga pukul 08.14.25 WIB. Gubernur Gorontalo dan Sulteng juga masuk dalam pemodelan peringatan dini.

Kadis BPBD Sulut Adolf Tamengkel menyampaikan arahan resmi: untuk daerah status SIAGA, pemerintah kabupaten/kota diminta segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi. Sementara untuk status WASPADA, masyarakat diminta segera menjauhi pantai dan tepian sungai serta tidak beraktivitas di zona pesisir.

“Status SIAGA artinya potensi tsunami sudah terkonfirmasi melalui pemodelan. Warga di Sangihe, Manado, Minut, Minahasa, Sitaro, dan Bolmong Utara harus segera naik ke titik aman. Jangan menunggu air surut atau gelombang pertama,” tegas Kadis Adolf Tamengkel saat menginfokan peringatan dini akibat Gempa 7,7 MT di Sangihe Sulut pagi ini.

Ditambahkan Tamengkel, Gubernur Yulius juga memintakan masyarakat tetap waspada gempa susulan, sehingga kewaspadaan itu penting.

Gubernur Yulius Selvanus menekankan agar seluruh kepala daerah, camat, lurah, dan hukum tua di wilayah pesisir bergerak cepat. Sirine, masjid, gereja, dan pengeras suara diminta digunakan untuk menyampaikan imbauan. Tim BPBD, TNI, Polri, dan relawan diminta siaga penuh membantu evakuasi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Sulut terus memantau perkembangan tinggi gelombang dan update dari BMKG. Masyarakat diminta tetap tenang tapi waspada, tidak menyebar hoaks, dan hanya mengikuti arahan resmi pemerintah. Utamakan keselamatan jiwa. Update terbaru akan disampaikan secepatnya melalui kanal resmi BPBD Sulut. (**/Ven)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.