Menata Wajah Kota Perbatasan Lewat Gerakan Keep Sangihe Beautiful

oleh -783 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com — Upaya membangun budaya peduli lingkungan mulai digencarkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui kampanye bertajuk “Keep Sangihe Beautiful”. Gerakan yang berlangsung sejak 27 hingga 30 Mei 2026 ini menjadi momentum kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keindahan daerah perbatasan tersebut.

 

Aksi itu dipimpin langsung oleh Mr. Cesar Garcia, City Manager Kemah, Texas, Amerika Serikat, yang tengah melakukan kunjungan ke Sangihe dalam rangka berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai tata kelola daerah serta pelestarian lingkungan.

 

Puluhan peserta dari berbagai kalangan tampak bergotong royong membersihkan area publik, memungut sampah, dan menata lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye yang tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

 

Gerakan “Keep Sangihe Beautiful” diinisiasi oleh jaringan YSEALI Alumni, Generasi Pesona Indonesia (GENPI), Burung Indonesia, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyambut baik pelaksanaan kampanye tersebut. Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kesadaran bersama, terutama bagi masyarakat yang hidup di wilayah kepulauan dengan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan dan pembangunan daerah.

 

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan kontribusi Mr. Cesar Garcia yang telah berbagi pengalaman serta terlibat langsung dalam gerakan kebersihan lingkungan di Sangihe. Kehadiran beliau memberikan banyak inspirasi mengenai bagaimana membangun daerah yang bersih, tertata, dan berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat,” ujar Thungari.

 

Ia menilai, aksi bersih-bersih yang dilaksanakan selama kampanye berlangsung merupakan langkah nyata untuk membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

 

“Hari ini kita bisa melihat hasilnya. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi sampah menjadi lebih bersih dan nyaman. Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat bergerak bersama, perubahan bisa terjadi dengan cepat,” katanya.

 

Lebih jauh, Thungari berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari Amerika Serikat, dapat terus berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sangihe, baik dalam bidang lingkungan, pemberdayaan generasi muda, maupun pembangunan daerah.

 

Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan salah satu fondasi penting bagi masa depan Sangihe. Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan kelautan, kualitas lingkungan menjadi faktor yang menentukan daya saing daerah di masa mendatang.

 

“Pulau ini adalah rumah kita bersama. Karena itu, mari kita jaga bersama-sama. Kita bisa memulainya dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi generasi yang akan datang,” tuturnya.

 

Melalui gerakan “Keep Sangihe Beautiful”, masyarakat diajak untuk melihat lingkungan sebagai aset bersama yang harus dijaga. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang terus tumbuh, Sangihe diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah perbatasan yang kaya akan keindahan alam, tetapi juga sebagai wilayah yang berhasil membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan.

 

(Ryansengala)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.