Bantuan Kurban Presiden Tiba di Perbatasan Utara NKRI, Bupati Thungari Serahkan Langsung

oleh -461 Dilihat

SANGIHE -Reportasemanado.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, bantuan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyentuh wilayah perbatasan utara Indonesia. Tahun ini, satu ekor sapi kurban diserahkan kepada Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin, 25 Mei 2026.

 

Penyerahan dilakukan langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari di hadapan pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Kehadiran bantuan Presiden dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan kehadiran negara di kawasan perbatasan.

 

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kepulauan Sangihe, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto atas bantuan hewan kurban bagi masyarakat di daerah perbatasan,” kata Thungari dalam sambutannya.

 

Selain bantuan Presiden, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menyalurkan dua ekor sapi kurban untuk masjid lain di wilayah tersebut. Bantuan itu diberikan kepada Masjid Al-Fajar Daripa Marange Timbelang di Kecamatan Tabukan Tengah serta Masjid Al-Iman Gihang Bahu.

 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sangihe, Ronny Pasiale, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sesuai kemampuan daerah dan diprioritaskan bagi masjid yang melayani masyarakat cukup besar.

 

Menurut Thungari, Masjid AT-Taqwa Kendahe II dipilih sebagai penerima bantuan Presiden karena memiliki jumlah jamaah yang besar dan peran sosial yang kuat di tengah masyarakat. Tahun sebelumnya, bantuan serupa disalurkan ke Masjid Al-Jihad di Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara.

 

Bagi pemerintah daerah, bantuan kurban dari Presiden memiliki makna simbolik yang lebih luas. Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu, perhatian pemerintah pusat dianggap penting untuk memperkuat rasa kebangsaan masyarakat.

 

“Perhatian ini menunjukkan bahwa negara hadir dan terus memperhatikan seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah,” ujar Thungari.

 

Ia menegaskan, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial. Karena itu, ia meminta panitia kurban dan pengurus masjid menjaga amanah penyaluran daging kurban agar tepat sasaran dan dapat dirasakan warga yang membutuhkan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Thungari juga mengaitkan semangat Idul Adha dengan program pembangunan daerah Sapta Membara yang sedang dijalankan pemerintah kabupaten. Menurut dia, pembangunan tidak cukup diukur dari infrastruktur semata, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

 

“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga rasa solidaritas dan kebersamaan masyarakat,” katanya

 

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.