Gubernur Yulius Ungkap 4 Kunci Sukses Sulut Jadi Provinsi dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi di Sulawesi saat Wawancara Metro TV

oleh -964 Dilihat

Jakarta, Reportasemanado.com – Provinsi Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan nasional setelah menempati posisi teratas angka harapan hidup se-Sulawesi dan masuk 10 besar nasional.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen Purn Yulius Selvanus Komaling (YSK), memaparkan strategi di balik capaian itu dalam wawancara eksklusif bersama Metro TV.

Membuka perbincangan, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan capaian ini tidak berdiri sendiri.

“Kami berangkat semua pekerjaan dari standar Indeks Pembangunan Manusia IPM di Sulawesi Utara. Dan ini semua kolaborasi. Bukan pemerintah provinsi saja, tapi ada kabupaten/kota, kantor wilayah kementerian, badan-badan, termasuk Badan Gizi Nasional,” jelasnya.

Lanjut Gubernur, berdasarkan data BPS, angka harapan hidup Sulut tercatat 74,44 tahun atau naik 0,36 tahun dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau diurai dari IPM ada tiga: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Lama sekolah dianjurkan 13 tahun, Sulut sudah 12,7 tahun. Pertumbuhan ekonomi kita 76,32%. Ini berdampak pada kesejahteraan dan umur harapan hidup,” tutur Yulius Selvanus.

Capaian tersebut beriringan dengan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri untuk penurunan stunting dan kemiskinan. Gubernur Yulius menyebut ada empat fokus utama pemerintah. “Pertama, perlindungan kesehatan. Sulut sudah di level Universal Health Coverage UHC. JKN kita 99,1%, keaktifan 81,4%. Dua-duanya melampaui standar nasional,” ujarnya.

Lanjut Gubernur,  faktor kedua adalah sosial ekonomi. IPM Sulut 76,32 membuat angka kemiskinan turun ke kisaran 6,2%.

“Stunting kita juga menurun. Ini kumulatif dari semua aspek. Angka-angka ini tolok ukur kami bekerja supaya program benar-benar menyentuh masyarakat,” tegas Gubernur.

Lanjut Gubernur, faktor ketiga adalah gizi. Perhatian khusus diberikan pada kelompok rentan: bayi, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.

“Keterlibatan Posyandu, Puskesmas, hingga organisasi masyarakat sangat kuat. Budaya Mapalus, gotong royong, sangat kondusif dan memengaruhi angka harapan hidup,” paparnya.

Menanggapi pertanyaan dari wartawan Metro, apakah data ini menggambarkan kualitas hidup riil, Gubernur Yulius Selvanus menjawab ya.

“Angka ini kami jaga dan rawat sebagai tolok ukur. Dari pendidikan, kesehatan, stunting, semua harus konsisten dan meningkat. Data membantu kami memastikan program dirasakan langsung masyarakat,” jelasnya.

Terkait layanan kesehatan, Gubernur mematok tiga prinsip: dekat, cepat, dan bermutu. “Dekat artinya tidak jauh dari pemukiman. Ada Posyandu, Puskesmas Pembantu, Puskesmas, RSUD tipe C, D, B. Cepat artinya keluhan masyarakat harus segera ditangani. Kita siapkan dokter, obat, alat kesehatan. Bermutu artinya obat dan layanan mampu menyelesaikan masalah tanpa rujukan berlebihan,” tuturnya.

Sementara menurut Gubernur, tantangan geografis menjadi perhatian khusus. “Sulut punya 382 pulau, 18% dihuni. Masyarakat tersebar. Karena itu layanan harus dekat, cepat, bermutu. Peningkatan terus kami lakukan,” kata Gubernur Yulius.

Ditambahkannya, untuk lansia, pemerintah mengacu pada prinsip 7 Lansia Tangguh. “Lansia harus produktif, bermartabat, sehat. Pertama dimensi spiritual, dekat dengan Tuhan. Kedua kesehatan, kami siapkan check-up, screening, termasuk program cek kesehatan gratis dari Presiden. Ketiga fisik, ajak olahraga ringan. Keempat hobi dan kegiatan. Kelima intelektual supaya tidak pelupa,” jelasnya lagi.

Menurutnya, saat ini Pemprov Sulut sedang membangun Taman Lansia sebagai ruang aktualisasi dimensi 7 Lansia Tangguh. Selain itu, gizi khusus diberikan untuk lansia rentan, ibu hamil, dan anak-anak.

“Untuk ibu hamil, ANC K1 wajib di usia 0-12 minggu, total 6 kali kunjungan. Ini yang terus kita kejar,” ungkap Gubernur.

Gubernur Yulius pun menutup wawancara dengan menekankan konsistensi. “Angka harapan hidup tinggi bukan tujuan akhir, tapi hasil dari kerja bersama di kesehatan, gizi, ekonomi, dan pendidikan. Dengan sinergi lintas sektor dan budaya Mapalus, kami ingin kualitas hidup masyarakat Sulut semakin baik dan berkelanjutan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus saat berkunjung ke Metro TV. Disambut Pemimpin Redaksi Budiyanto, ⁠Revilino Reza Dir sales dan marketing, Eva Wondo head of PR, ⁠Amanda Komaling – Perwakilan Metro TV Sulut, Gadis Bianca- Host dan Ricky Dayo – Tim External

Sementara turut mendampingi Gubernur Sulut, Kadis Kominfo Pemprov Sulut – Zainudin Saleh Hilimi, Kadis Kesehatan Pemprov Sulut dr Rima Lolong, Komisioner KPID Sulut Reidi Sumual , Dirut RSUD PEMPROV Sulut dr David Kolib serta ⁠Kepala Badan Penghubung Daerah Pemprov Sulut di Jkt, Reynaldo Walujan dan Tim Khusus Gubernur Sulut  diantaranya Susi Sigar, Fanny Wulur,  dan Jems Tuuk.  (**/Ven)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.