Retinopati Hipertensi, Ancaman Penglihatan di Balik Tekanan Darah Tinggi!

oleh -385 Dilihat

Reportasemanado.com – Sekitar satu per tiga penduduk di seluruh dunia mengidap hipertensi. Umumnya, pasien akan mengeluhkan beberapa gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, jantung berdebar, ataupun nyeri dada. Keluhan yang berkaitan dengan mata masih cukup jarang dikeluhkan oleh pasien, padahal tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pada mata, yang dikenal dengan retinopati hipertensi.

Apa itu Retinopati Hipertensi?

Pernakah Anda menyiram tanaman menggunakan selang air tetapi tekanannya terlalu kuat? Satu dua kali pertama saat digunakan, mungkin tak akan tampak ada masalah. Tetapi, selang akhirnya bisa rusak akibat tekanan yang terlalu dipaksakan terus menerus. Pembuluh darah dalam tubuh manusia juga bekerja dengan mekanisme yang sama, dimana tekanan darah yang terlalu tinggi sewaktu-waktu dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah pada retina mata.

Retinopati hipertensi adalah penyakit akibat kerusakan pembuluh darah pada retina mata yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi. Sebagai bagian mata yang memastikan proses visualisasi objek yang dilihat berjalan optimal, kerusakan pada area tersebut dapat berakibat pada munculnya gangguan penglihatan pada pasien.

Mengapa Tekanan Darah Tinggi dapat Mengancam Penglihatan?

Jikalau hipertensi saja sudah dijuluki dengan sebutan “silent killer”, bagaimana dengan retinopati hipertensi yang kerap masih luput dari perhatian masyarakat? Banyak masyarakat masih kurang was-was dengan penyakit pada mata ini, padahal jelas ancaman terhadap penglihatan bisa berakibat hingga kebutaan permanen.

Tekanan darah dapat menyebabkan gangguan penglihatan melalui tiga tahapan, berupa:

Pembuluh darah pada retina mata akan menyempit akibat tingginya tekanan darah Retina kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi untuk menjalankan fungsi penglihatan normalnya Pembuluh darah akan bocor dan pecah sehingga muncul gangguan penglihatan

Jangan Sampai Gejala “MAGER” Muncul pada Mata Anda!

Mengenal gejala retinopati diabetik penting sebagai tanda peringatan dini. Bila gejala “MAGER” sudah mulai dirasakan ditambah adanya riwayat hipertensi, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Gejala ini juga dapat merepresentasikan tingkat keparahan retinopati diabetik pasien.

M—Mata Terasa Kabur

Tanda awal yang perlu diwaspadai adalah munculnya penglihatan kabur saat membaca ataupun memfokuskan penglihatan, yang biasanya juga disertai dengan sakit kepala.

A—Ada Bintik atau Bayangan Hitam

Munculnya bintik atau bayangan hitam (biasa disebut juga dengan floaters) kemungkinan besar menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi telah menghambat proses melihat normal retina.

G—Ganda Saat Melihat

Sekitar 8% pasien dengan retinopati hipertensi mengeluhkan adanya penglihatan ganda secara tiba-tiba, sehingga gejala ini perlu diwaspadai.

E—Efektivitas Penglihatan Menurun

Penurunan penglihatan secara progresif juga dapat dikelukan pasien. Pada fase awal penyakit, gejala ini biasanya belum akan muncul sehingga luput dari perhatian pasien.

R—Risiko Kehilangan Penglihatan

Gejala sekaligus komplikasi yang paling berat pada pasien dengan retinopati diabetik yang tidak terobati adalah kebutaan permanen, meskipun kasus ini sangat begitu jarang terjadi.

Penanganan Retinopati Hipertensi

Meskipun gangguan ini muncul pada mata, salep mata ataupun tetes mata bukanlah solusi untuk mengatasi retinopati hipertensi. Prinsip utama penanganan adalah kontrol tekanan darah dan modifikasi gaya hidup, karena kondisi inilah yang menjadi penyebab terjadinya retinopati hipertensi.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Ingat, jangan pernah abaikan gejala-gejala perubahan penglihatan yang mulai muncul pada mata Anda. Rutin memeriksakan mata menjadi salah satu “langkah kecil namun bermakna” untuk mengetahui risiko perluasan komplikasi pada mata, apalagi pada pasien dengan hipertensi.

Dan pada akhirnya, gaya hidup sehat adalah investasi yang bernilai paling tinggi untuk kehidupan. Beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat diterapkan, diantaranya:

Mengurangi konsumsi garam berlebih

Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran

Aktivitas fisik secara teratur

Hindari rokok dan konsumsi alkohol

Cek tekanan darah dan pemeriksaan mata secara rutin.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.