Kawio Jadi Titik Terparah Gempa Sangihe, Bupati Thungari Turun Langsung Salurkan Bantuan

oleh -440 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com — Empat hari setelah gempa bumi mengguncang wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kamis, 11 Juni 2026.

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa berkekuatan besar yang terjadi pada Senin, 8 Juni 2026.

 

Dari hasil pendataan sementara, Kampung Kawio tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi. Sebanyak 55 rumah mengalami rusak berat, 16 rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan. Dari total 177 kepala keluarga atau 483 jiwa yang mendiami kampung tersebut, sebagian besar masih bertahan di lokasi pengungsian dan rumah kerabat.

 

Di hadapan warga, Bupati menyampaikan pesan empati sekaligus dukungan moril bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

 

“Atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta seluruh masyarakat Sangihe, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Kampung Kawio dan wilayah terdampak lainnya,” kata Bupati.

 

Menurutnya, besarnya kerusakan yang terjadi tidak sebanding dengan nilai keselamatan warga yang masih terjaga. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap kuat dan bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 

“Bangunan yang rusak dapat dibangun kembali, tetapi nyawa manusia tidak dapat tergantikan. Karena itu, kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” ujarnya.

 

Selain melakukan peninjauan lapangan, rombongan pemerintah juga menyerahkan bantuan kemanusiaan yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, BUMN, BUMD, serta sejumlah lembaga dan donatur.

 

Bantuan yang disalurkan mencakup bahan kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, dan kebutuhan dasar lainnya untuk mendukung kehidupan masyarakat selama masa tanggap darurat.

 

Pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dan merata sesuai tingkat kerusakan serta kebutuhan masyarakat terdampak.

 

Bupati juga memberikan apresiasi terhadap solidaritas warga yang sejak hari pertama bencana saling membantu dan membuka rumah mereka bagi keluarga maupun tetangga yang kehilangan tempat tinggal.

 

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menghadapi bencana ini. Pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai,” katanya.

 

Kunjungan ke Kawio kecamatan Marore menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan dampak gempa di wilayah kepulauan terluar Sangihe. Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat dilakukan secara tepat sasaran

 

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.