Ini Penjelasan Kadis Tamengkel, Data Sementara Gempa di Sulut, 31 Infrastruktur Rusak & 31 Gempa Susulan

oleh -210 Dilihat

Reportasemanado.com.  – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi melaporkan kejadian Gempa Bumi data sementara, Senin 8 Juni 2026 update pukul 12.47 Wita. Dalam Laporan yang disampaikan Gubernur Yulius Selvanus melalui Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel sebagai dasar penanganan darurat di lapangan.

Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara pada Senin 8 Juni 2026 pukul 07.37.42 Wita. Episenter berada 236 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 105 km pada koordinat 5,69° LU; 125,05° BT.

Getaran gempa dirasakan kuat di Manado dengan intensitas IV-V MMI. Artinya getaran dirasakan hampir semua penduduk. Guncangan juga terasa di 15 kabupaten/kota se-Sulut. Beberapa warga sempat panik dan keluar rumah mencari tempat aman.

Lanjut Tamengkel, hasil pemodelan BPBD menyatakan gempa ini BERPOTENSI TSUNAMI. Status SIAGA ditetapkan untuk 9 wilayah: Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian Utara & Selatan, Minahasa bagian Utara & Selatan, Kepulauan Sitaro, Minahasa Selatan bagian Utara, dan Bolaang Mongondow bagian Utara.

” Status WASPADA ditetapkan untuk 3 wilayah: Minahasa Selatan bagian Selatan, Kota Bitung, dan Kepulauan Talaud. Masyarakat di zona SIAGA diminta segera evakuasi ke tempat lebih tinggi, sementara zona WASPADA diminta menjauhi pantai dan tepian sungai,”tukasnya

Pemutakhiran peringatan dini mencatat gelombang tsunami sudah terdeteksi di beberapa titik. Tahuna 0,30 meter pukul 07.58 Wita, Melonguane-Kep. Talaud 0,32 meter pukul 08.27 Wita, Ulu Siau-Sitaro 0,18 meter pukul 08.27 Wita, Kota Bitung 0,29 meter pukul 08.51 Wita, dan Talengan 0,75 meter pukul 09.20 Wita.

Dijelaskannya pula, hingga pukul 12.00 Wita tercatat 31 gempa susulan. Kondisi ini membuat BPBD Sulut meminta masyarakat tetap waspada dan tidak kembali ke rumah jika berada di zona pesisir sebelum ada pernyataan resmi aman dari petugas.

Dikatakan Tamengkel, bahwa telah dilaporkan ke Gubernur Yulius, data sementara kerusakan infrastruktur dilaporkan dari Kabupaten Kep. Sangihe dan Kep. Talaud. Total 31 unit terdampak. Rinciannya: 27 unit rumah warga, 2 gedung gereja, 1 unit sekolah, dan 1 rumah dinas guru. Angka ini masih bisa bertambah seiring pendataan di lapangan.

” Kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Sangihe, Kecamatan Marore. Di Kampung Kawio tercatat 11 unit rumah warga dan 1 unit gedung gereja rusak. Di Kampung Matutuang ada 1 unit rumah dinas guru, 1 sekolah, 1 gereja, dan 1 rumah warga. Beberapa kecamatan lain seperti Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tahuna, dan Tahuna Barat juga melaporkan rumah warga rusak,” jelas Tamengkel

Dari Kabupaten Kepulauan Talaud, Kecamatan Rainis melaporkan 7 unit rumah warga terdampak. Untuk korban jiwa, BPBD Sulut menyatakan masih dalam proses pendataan dari kabupaten/kota yang terdampak gempa. Data akan diperbarui setelah tim di lapangan selesai verifikasi.

Sementara itu, Gubernur Yulius melalui Kadis Adolf Tamengkel menginstruksikan 4 langkah penanganan:

1) Imbauan evakuasi menyeluruh di daerah terdeteksi tsunami.

2) Pemantauan gempa berkelanjutan via aplikasi Info BMKG.

3) Koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk pengumpulan data korban dan kerusakan.

4) Sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.

Pemprov Sulut menegaskan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Masyarakat diminta tetap tenang, hanya mengikuti informasi resmi dari BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah. Jangan mudah percaya hoaks. Jika ada kerusakan, segera laporkan ke hukum tua, lurah, atau BPBD kabupaten/kota agar masuk data bantuan. (Ven)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.