Palu, Reportasemanado.com – Mengobarkan semangat Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memperkuat sinergi demi mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke pelosok daerah. Komitmen strategis ini dibahas dalam pertemuan hangat antara Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama jajaran manajemen PLN di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Rabu (3/6).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Manager PLN UP2K Sulawesi Tengah Rahmatan, Manager PLN UP3 Palu Ansar, serta perwakilan Manager PLN UPP Sulawesi Tengah Yanuar. Agenda utama pertemuan berfokus pada evaluasi sistem kelistrikan terkini di wilayah kerja PLN UP3 Palu serta akselerasi Program Listrik Desa (Lisdes) yang menjadi pilar prioritas pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi PLN dalam melistriki wilayah-wilayah terpencil. Bagi Anwar, pemerataan akses energi ini adalah perwujudan nyata dari nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kelima.
“Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa keadilan pembangunan wajib dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Listrik adalah motor penggerak pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga. Pemprov Sulteng berkomitmen penuh mendukung PLN agar target seluruh desa menikmati listrik layak pada tahun 2029 bisa tercapai,” tegas Anwar Hafid.
Di kesempatan terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa elektrifikasi pedesaan merupakan komitmen mutlak PLN dalam mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan.
“Nilai gotong royong dalam Pancasila tercermin kuat dari sinergi kokoh antara PLN dan Pemprov Sulteng ini. Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, PLN UID Suluttenggo mengawal penuh seluruh tahapan Program Listrik Desa ini agar target zero-island atau 100 persen desa berlistrik di Sulawesi Tengah pada 2029 dapat terwujud nyata,” ungkap Usman.
Hingga Mei 2026, capaian program Lisdes di Sulawesi Tengah menunjukkan progres yang sangat positif. PLN memaparkan peta jalan pembangunan infrastruktur kelistrikan desa sebagai berikut: program Lisdes 2025 (Selesai): 84 lokasi telah berhasil menyala, program Lisdes 2025 (On Progress): 10 lokasi dalam tahap akhir konstruksi, program Lisdes 2026: Direncanakan menyasar 53 lokasi pada tahap pertama dan 158 lokasi pada tahap kedua yang tersebar di berbagai pelosok Sulawesi Tengah.
Manager PLN UP2K Sulawesi Tengah, Rahmatan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat di lapangan. “Kami terus memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai timeline. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat membuat kami optimistis tantangan geografis dapat diatasi,” jelas Rahmatan.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menambahkan bahwa fokus PLN tidak hanya berhenti pada pembangunan jaringan baru, melainkan juga menjaga keandalan pasokan listrik yang sudah dinikmati warga.
“Momentum Hari Lahir Pancasila ini mempertegas komitmen kami. Ketika listrik andal masuk ke desa, peluang ekonomi baru terbuka dan kualitas pendidikan meningkat. Kami siap mengawal pelayanan terbaik ini secara berkelanjutan,” pungkas Ansar.
Melalui koordinasi yang semakin solid, PLN dan Pemprov Sulteng optimistis dapat merealisasikan keadilan energi di seluruh pelosok Sulawesi Tengah pada tahun 2029. Langkah bersama ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam merajut pembangunan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Sekilas Tentang PLN
PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan pilihan nomor satu pelanggan untuk solusi energi terintegrasi, melalui upaya pertumbuhan usaha, digitalisasi end-to-end, serta transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060. (***)







