Reportasemanado.com – Panasnya matahari di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Senin (4/5/2026), tak menyurutkan semangat ribuan buruh yang memadati jantung kota. Peringatan May Day tahun ini terasa berbeda. Bukan ketegangan yang mewarnai aksi, melainkan dialog hangat saat Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) melangkah langsung ke tengah kerumunan.
Didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan jajaran Forkopimda, serta Kadisnakertrans Noldy Salindeho kehadiran YSK bukan sekadar agenda protokoler. Di atas panggung bersejarah TKB, kehadiran pemerintah menjadi penegas bahwa nasib pekerja di Bumi Nyiur Melambai bukan hanya catatan di atas kertas, melainkan prioritas pembangunan.
Di hadapan massa yang membiru oleh atribut federasi, Gubernur YSK memaparkan capaian Sulawesi Utara. Pertumbuhan ekonomi daerah kini mencapai 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik ke angka 76,36 persen.
Gubernur Yulius menegaskan angka-angka itu bukan hiasan laporan. Ia mengembalikannya sebagai apresiasi bagi buruh yang bekerja di pabrik, pelabuhan, hingga perkantoran.
“Buruh mungkin tidak selalu merasakan langsung hasil kerja kerasnya, tetapi angka-angka pembangunan ini adalah bukti nyata kontribusi kalian. Sulawesi Utara naik di berbagai sektor, dan itu ada peran besar para pekerja,” ujarnya dengan nada tegas.
Gubernur Yulius menekankan pemerintah bukan pemain tunggal. Ia mengibaratkan ekonomi Sulut sebagai mesin besar yang hanya bergerak jika hubungan Tripartit antara pengusaha, buruh, dan pemerintah berjalan harmonis.
Menurut Gubernur Yulius, posisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut yang tetap aman adalah hasil keseimbangan hubungan industrial. Pemerintah hadir sebagai fasilitator untuk memastikan roda ekonomi tidak pincang.
“Tripartit harus berjalan baik antara pengusaha, buruh, dan pemerintah. Keseimbangan ini harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Momen paling menonjol adalah keterbukaan YSK terhadap kritik. Saat banyak pejabat memilih jarak dengan suara vokal, YSK justru membuka ruang selebar-lebarnya bagi federasi buruh untuk menyampaikan aspirasi. Baginya, masukan buruh adalah vitamin bagi kebijakan publik yang lebih sehat.
Gubernur menegaskan dirinya dan Wagub Victor tidak alergi dikoreksi. Instruksi langsung diberikan ke jajaran Pemprov untuk mendengar dan mengeksekusi harapan buruh. YSK memastikan kebijakan daerah akan selaras dengan arahan Presiden RI demi kesejahteraan nasional.
“Saya, Pak Victor, Forkopimda, dan semua yang hadir di panggung ini menunjukkan keseriusan kami untuk mengurusi buruh pekerja di Sulut. Kita punya satu tekad dan satu tujuan, yaitu mensejahterakan masyarakat Sulawesi Utara secara bersama-sama,” tukas YSK panggilan populis Gubernur Yulius








