Reportasemanado.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jemmy Ringkuangan, menyatakan bahwa pihaknya akan mencermati dan memberikan perhatian penuh terhadap prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi terjadinya musim kemarau tahun 2026.
Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih lama dari kondisi normal ini, membuat Pemprov Sulut mengambil langkah-langkah antisipatif secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Kami terus memperkuat upaya dalam menjaga ketahanan pangan dan sumber-sumber produksi pangan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi lintas sektor,” kata Ringkuangan.
Pemprov Sulut juga mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat, agar setiap langkah yang diambil dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama dan bersama bekerja, saling menguatkan peran masing-masing, sehingga upaya menghadapi kemarau ini dapat dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, menjadi landasan kuat dalam memastikan seluruh jajaran bergerak secara solid, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak, menjaga lingkungan sekitar, serta menghindari praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan dampak kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meyakini bahwa tantangan jika terjadi kemarau tahun 2026 dapat dihadapi dengan baik, demi menjaga keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara. (**)






