Sangihe-Reportasemanado.com- Kabupaten Kepulauan Sangihe tengah diliputi suasana duka. Salah satu putra terbaik Tanah Tampungang Lawo, Hironimus Rompas Makagansa, telah berpulang, meninggalkan jejak panjang pengabdian yang membekas dalam perjalanan pemerintahan dan politik di wilayah Nusa Utara.
Pria yang akrab disapa HRM itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Daerah Liun Kendage Tahuna pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, sekitar pukul 09.30 WITA. Ia wafat pada usia 67 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Sangihe yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang sederhana namun penuh dedikasi.
Bagi banyak orang di Kepulauan Sangihe, HRM bukan sekadar mantan pejabat daerah. Ia adalah figur panutan—birokrat senior yang meniti karier dari bawah, sekaligus mentor bagi banyak generasi aparatur dan politisi di Sulawesi Utara.
Dari Kampung Pintareng Menuju Panggung Pengabdian
Hironimus Rompas Makagansa lahir di Kampung Pintareng pada 5 Juni 1958. Dari tanah kelahirannya itulah perjalanan panjang pengabdiannya dimulai. Langkah awal kariernya dimulai sebagai Kasubag Humas Sangihe Talaud pada 1987.
Perjalanan itu terus berlanjut. Ia dipercaya menjadi Camat Tabukan Tengah (1988–1992), kemudian Camat Tabukan Utara (1992–1994). Kepemimpinan dan kemampuan manajerialnya yang kuat membuat kariernya terus menanjak.
Pengalaman panjang di birokrasi membawanya dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah Kota Bitung (2002–2006). Di tingkat provinsi, kapasitasnya semakin diakui. Ia pernah menjabat Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara (2007–2008), kemudian Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada 2010, dan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara (2010–2011).
Puncak perjalanan birokrasi HRM terjadi ketika ia kembali ke tanah kelahirannya untuk memimpin sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe periode 2011–2016.
Pengabdian untuk Sangihe Lewat Jalur Politik
Usai menuntaskan masa jabatan sebagai bupati, semangat pengabdiannya tidak berhenti. HRM kemudian melanjutkan kiprahnya melalui jalur politik bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Ia dipercaya memimpin partai tersebut di tingkat daerah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe periode 2019–2024. Kepercayaan masyarakat kembali mengantarkannya duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, di mana ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi I DPRD Sangihe hingga akhir hayatnya.
Bagi rekan-rekan sejawatnya, HRM dikenal sebagai politisi yang matang oleh pengalaman birokrasi. Ia sering menjadi rujukan dalam berbagai diskusi kebijakan daerah, sekaligus menjadi penyeimbang dalam dinamika politik lokal.
Penghormatan Terakhir Pengabdian Birokrat Handal
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum, upacara persemayaman dilaksanakan di Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu, 11 Maret 2026.
Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para pejabat daerah, tokoh masyarakat, keluarga, serta masyarakat luas yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah mengabdikan hidupnya bagi daerah.
Kepergian HRM meninggalkan duka mendalam bagi sang istri, Dr. Wisye Abigael Makagansa-Rompis, kedua putranya Frederick Gustama Makagansa dan Marvel Dicky Makagansa, serta ketiga cucu tercinta.
Namun lebih dari itu, kepergian Hironimus Rompas Makagansa juga meninggalkan ruang kosong dalam perjalanan pemerintahan dan politik di Kepulauan Sangihe.
Jejak pengabdiannya—dari birokrat daerah, pejabat provinsi, hingga pemimpin daerah dan politisi—akan terus dikenang sebagai bagian dari sejarah pembangunan daerah.
Bagi masyarakat Sangihe, HRM bukan sekadar nama dalam daftar pemimpin daerah. Ia adalah bagian dari cerita panjang tentang pengabdian kepada tanah kelahiran.
(Ryansengala)






