Sangihe-Reportasemanado.com— Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, memanfaatkan kunjungan kerjanya ke Jakarta untuk mengakselerasi sejumlah usulan infrastruktur strategis ke pemerintah pusat. Didampingi unsur pimpinan DPRD, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Thungari bergerak dari satu kementerian ke kementerian lain membawa daftar kebutuhan daerah.
Di Kementerian Pemuda dan Olahraga, rombongan diterima Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Olahraga beserta jajaran. Dalam pertemuan itu, Thungari menyampaikan usulan lanjutan pembangunan GOR Membara. Ia meminta dukungan pembangunan jogging track, kolam renang, area parkir, serta sejumlah fasilitas penunjang lain agar kawasan tersebut benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas olahraga masyarakat.
“GOR Membara harus menjadi ruang publik yang hidup dan representatif,” ujar Thungari dalam pertemuan tersebut, menegaskan pentingnya sarana olahraga yang memadai bagi generasi muda Sangihe.
Tak berhenti di situ, Thungari bersama rombongan juga menyambangi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Di hadapan pejabat teknis, ia mengusulkan pembangunan poros jalan Bira–Kolur serta penanganan lebih spesifik pada ruas Manganitu–Tamako, termasuk segmen Tanah Naombo yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Menurut dia, konektivitas antarwilayah menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kepulauan. “Akses jalan yang mantap akan memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga,” katanya.
Sejumlah usulan tersebut telah diterima pihak kementerian untuk ditindaklanjuti. Khusus poros Tahuna–Tamako, pemerintah pusat telah memasukkannya dalam perencanaan pembangunan skema multiyears 2027–2029. Pemerintah daerah diminta menyiapkan dukungan fasilitas pendamping agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai jadwal.
Langkah intensif ini menandai strategi kerja nyata Thungari: membangun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat demi memastikan kebutuhan infrastruktur Sangihe tidak berhenti di atas kertas, melainkan masuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional
(Ryansengala)






