Cahaya yang Kini Menjadi Milik Sendiri: Program “Light Up The Dream” PLN Wujudkan Harapan Warga Prasejahtera di Sulawesi Utara

oleh -25 Dilihat

Reportasemanado.com – Listrik bukan sekadar infrastruktur penerangan, melainkan fondasi utama bagi kehidupan yang layak dan bermartabat. Memahami hal tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya melalui program “Light Up The Dream”.

Program ini merupakan inisiatif mulia yang lahir dari kedermawanan para pegawai PLN. Secara sukarela, mereka menyisihkan sebagian penghasilan untuk membiayai penyambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera. Pada kesempatan kali ini, dua keluarga penerima manfaat yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses energi kini dapat tersenyum lega.

Sebelumnya, kedua keluarga tersebut hanya mengandalkan sambungan listrik dari rumah tetangga dengan kapasitas terbatas. Kini, mereka resmi memiliki sambungan listrik mandiri, memberikan mereka kedaulatan penuh atas kebutuhan energi di rumah sendiri.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi insan PLN dalam menjalankan program ini. Ia menegaskan bahwa akses listrik yang mandiri adalah hak setiap warga negara untuk mencapai kesejahteraan.

“Program Light Up The Dream adalah bukti nyata bahwa insan PLN tidak hanya bekerja untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga memiliki empati yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang belum mampu menikmati listrik secara mandiri. Kami percaya bahwa dengan hadirnya listrik milik sendiri, sebuah keluarga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan anak-anak,” ujar Usman.

Usman menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi PLN untuk memberikan akses energi yang berkeadilan ke seluruh pelosok negeri. “Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan. Melalui semangat berbagi ini, kita membangun masa depan yang lebih terang bagi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo,” tambahnya.

Proses penyalaan listrik dilakukan secara simbolis oleh tim PLN UP2D Suluttenggo. Petugas melakukan pemasangan kWh meter, pengecekan instalasi secara menyeluruh, hingga memastikan seluruh perangkat kelistrikan berfungsi dengan aman sesuai standar keselamatan.

Manajer PLN UP2D Suluttenggo, Muhammad Ariamuddin, menyampaikan bahwa kebahagiaan yang terpancar dari wajah penerima manfaat menjadi motivasi tambahan bagi timnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin memastikan bahwa listrik dapat dirasakan secara adil. Program ini murni merupakan wujud kepedulian sosial pegawai PLN UP2D Suluttenggo. Kami berharap, listrik yang kini mengalir secara mandiri dapat mendukung aktivitas rumah tangga dan memberikan kenyamanan lebih bagi keluarga penerima,” ungkap Ariamuddin.

Hadirnya listrik mandiri membawa dampak instan bagi penerima manfaat. Selain faktor keamanan instalasi yang kini lebih terjamin dibandingkan menyambung dari tetangga, biaya pemakaian pun menjadi lebih terkendali. Anak-anak kini dapat belajar dengan pencahayaan yang lebih baik, dan aktivitas rumah tangga di malam hari tidak lagi terbatas.

Program Light Up The Dream menjadi bukti otentik bahwa sinergi dan kepedulian individu di dalam korporasi mampu menghadirkan dampak sosial yang masif. Melalui inisiatif ini, PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan.

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan pilihan nomor satu pelanggan untuk solusi energi terintegrasi, melalui upaya pertumbuhan usaha, digitalisasi end-to-end, serta transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060. (***)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.