DPRD Sangihe Maknai 601 Tahun Daerah: Refleksi Sejarah dan Arah Pembangunan

oleh -678 Dilihat

Sangihe-Reportasemamado.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe, Sabtu, 31 Januari 2026. Rapat yang berlangsung di ruang paripurna DPRD itu menjadi ajang refleksi perjalanan sejarah sekaligus penegasan komitmen pembangunan daerah perbatasan di beranda utara Indonesia.

Ketua DPRD Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh, mengatakan peringatan hari lahir daerah tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pendiri dan pejuang Sangihe yang telah meletakkan dasar keberlangsungan daerah. Menurut dia, keberadaan Sangihe hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para tokoh masa lalu.

“Momentum ini mengingatkan kita pada para pejuang dan tokoh pendiri yang telah memberikan kontribusi, baik secara fisik maupun pemikiran, demi mempertahankan keberadaan daerah Kepulauan Sangihe,” kata Ferdy dalam sambutannya.

Ia menilai nilai keberanian, ketangguhan, serta kejujuran yang diwariskan para pendahulu telah membentuk karakter masyarakat Sangihe. Karena itu, peringatan hari lahir daerah perlu dijadikan sarana evaluasi bersama atas kinerja pemerintah dan DPRD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Utara.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyebut peringatan HUT ke-601 sebagai momentum reflektif untuk meneguhkan jati diri Sangihe sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahun ini, peringatan hari lahir daerah mengusung tema “Bersukacitalah dalam Berkat dan Rahmat Tuhan”.

“Tema ini mengajak kita untuk tetap bersyukur dan optimistis di tengah berbagai tantangan pembangunan, serta terus bekerja dan melayani masyarakat dengan keyakinan bahwa setiap ikhtiar yang tulus akan selalu berada dalam penyertaan Tuhan,” ujar Thungari.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pembangunan daerah dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Namun, melalui perencanaan yang cermat, pengelolaan yang akuntabel, serta sinergi lintas sektor, pemerintah daerah tetap berupaya menjalankan program pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas layanan publik.

Thungari juga menekankan peran DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Menurut dia, dukungan dan masukan DPRD membantu pemerintah merespons aspirasi masyarakat secara lebih tepat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, yang diwakili Asisten II Sekretariat Provinsi Sulut Chrestiano Talumepa, mengajak seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi atas capaian pembangunan daerah.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif, serta sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan partisipasi masyarakat.

Talumepa menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen mendukung pembangunan Kepulauan Sangihe, sejalan dengan visi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menilai Sangihe memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, serta sumber daya manusia yang dapat menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Rapat paripurna yang dimulai pukul 11.00 Wita itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan. Peringatan 601 tahun Kepulauan Sangihe menjadi penanda perjalanan panjang daerah perbatasan tersebut dalam dinamika sejarah dan pembangunan.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.