KOTAMOBAGU,RM— Pemerintah Kota Kotamobagu berencana menggelar operasi pasar di sejumlah titik mulai pekan depan guna meredam potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah tersebut diambil setelah tim pengendalian inflasi daerah (TPID) mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis dalam dua pekan terakhir.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMK Ariono Potabuga mengatakan operasi pasar akan difokuskan pada komoditas yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, dan cabai.
“Kami tidak ingin masyarakat terbebani menjelang Nataru. Karena itu, Pemkot akan hadir melalui operasi pasar agar harga tetap terkendali,” ujarnya, kamis (4/12/2025).
Dinas Perdagangan Kotamobagu telah menyiapkan sedikitnya 6 lokasi operasi pasar, termasuk Pasar Poyowa, Pasar Genggulang , dan beberapa pasar kelurahan yang dianggap memiliki tingkat permintaan tinggi. Selain itu, Pemkot bekerja sama dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras stabil selama periode libur panjang.
Kepala Dinas Perdagangan Kotamobagu Ariono Potabuga , menjelaskan bahwa tren kenaikan harga mulai terlihat pada komoditas cabai rawit dan bawang merah, masing-masing naik 10–15 persen dalam sepekan.
“Operasi pasar ini bertujuan menyeimbangkan pasokan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa memperoleh barang dengan harga wajar,” katanya.
Sejumlah pedagang menyambut baik rencana tersebut. Menurut mereka, intervensi pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas harga di tengah tingginya permintaan.
“Kalau harga dari distributor naik, kami terpaksa ikut menaikkan. Operasi pasar bisa bantu tekan harga,” kata Rahma, salah satu pedagang di Pasar 23 maret.
Operasi pasar dijadwalkan berlangsung mulai 9 desember pekan depan, dan Pemkot KK tidak menutup kemungkinan memperpanjang pelaksanaannya apabila harga kebutuhan pokok masih berfluktuasi.(AH)







