Gubernur Yulius Selvanus : Sulut Jadi Contoh Sukses Pengendalian ASF di Asia

oleh -953 Dilihat

Bangkok, Thailand, Reportasemanado.com- Konferensi African Swine Fever (ASF) Managing with a One Health Lens di Bangkok, Thailand, pada 24-25 November 2025 menjadi ajang bagi Sulawesi Utara untuk menunjukkan keberhasilan pengendalian ASF di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Perwakilan Sulut, Kadistanak Nova Pangemanan, yang mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menyampaikan bahwa Sulut telah berhasil mengendalikan ASF dan harga ternak babi.

Kadistanak Sulut Nova Pangemanan mengatakan bahwa keberhasilan Sulut dalam mengendalikan ASF telah menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia. “Kami telah berhasil mengendalikan ASF dan harga babi,” ujarnya.

Keberhasilan Sulut dalam mengendalikan ASF juga telah diakui oleh FAO (Food and Agriculture Organization) PBB.

“Sulut telah menjadi contoh sukses pengendalian ASF dan kami berharap dapat berbagi pengalaman dengan provinsi lain di Indonesia,” kata Kadistanak Nova Pangemanan.

Konferensi ASF di Bangkok dihadiri oleh para ahli ASF dari berbagai negara, termasuk Thailand, Vietnam, dan Filipina. Mereka berbagi pengalaman dan strategi pengendalian penyakit ASF di negara masing-masing.

Dalam konferensi ini, para peserta membahas tentang pentingnya pendekatan One Health dalam pengelolaan ASF, termasuk pengawasan dan pengendalian penyakit, biosekuriti, dan komunikasi risiko. Mereka juga membahas tentang strategi pencegahan dan pengendalian ASF, termasuk vaksinasi, pengawasan, dan pengendalian vektor.

Gubernur Yulius Selvanus, juga telah memerintahkan kepada Kadistanak Nova Pangemanan untuk meningkatkan kerja sama dengan FAO dan Kementerian Pertanian dalam pengendalian ASF.

“Kami siap meningkatkan kemampuan peternak babi dalam mengendalikan ASF dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kadistanak Nova Pangemanan.

Keberhasilan Sulut dalam mengendalikan ASF telah membawa dampak positif bagi peternak babi di Sulut. Peternak babi bangkit lebih kuat hadapi ASF di Sulut sehingga walaupun ASF masih ada, tapi peternak sudah mampu menginventaris dan mengendalikan virus dengan biosekuriti yang ketat.

Sulut juga siap menyambut turis China dan sekitarnya untuk datang ke Sulut dan menikmati kuliner khas Sulut seperti ragey dan sate babi. Dengan demikian, Sulut dapat meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ven)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.