Laporan : Amir Halatan
Reportasemanado.com— Suasana arena biliar berubah jadi lautan sorak-sorai ketika atlet putri Kotamobagu membuat sejarah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Emas perdana! Ya, Kotamobagu akhirnya mencatatkan namanya di puncak kejayaan lewat aksi gemilang di nomor Bola 9 Putri.
Pertandingan final benar-benar bak drama tanpa jeda. Sejak bola pertama meluncur, tensi langsung memuncak. Sang atlet Natalia Yusuf Kotamobagu tampil garang—tatapannya tajam, fokusnya tak tergoyahkan, dan tiap stik yang diayunkan seperti punya GPS akurasi sendiri.
Namun klimaks terjadi di babak penentuan. Lawan Silvia Taga dari Talaut benar benar tak berkutik skor telak 5-0, penonton sempat terdiam, tapi justru di situlah jiwa juara muncul. Dengan mental baja, ia buktikan keadaan. Satu demi satu bola jatuh ke pocket seperti tersedot takdir!
Dan ketika bola 9 terakhir masuk, ARENA MELEDAK! Pelukan, tangis haru, teriakan “Allahu Akbar!”, semuanya pecah dalam satu momen sejarah yang akan dikenang lama.
“Alhamdulillah… Ini untuk Kotamobagu, untuk semua yang percaya pada saya!” ucap sang juara, suaranya bergetar namun penuh kebanggaan.
Kemenangan ini bukan sekadar emas—ini adalah penanda kebangkitan, titik balik, dan bukti bahwa Kotamobagu punya petarung sejati di meja hijau. Media sosial langsung banjir pujian, Selamat Natalia dan Sukses Ketua POBSI Fahrian Mokodompit S.I.P. hingga tagar #KotamobaguEmas yang melesat jadi trending lokal.
Kotamobagu boleh tersenyum lebar. Emas ini lahir dari perjuangan, doa, dan keberanian yang tak kenal takut.(#)







