MPJ GMIST Tiberias Utaurano Disorot Dugaan Penyalahgunaan Dana Jemaat hingga Pilih Kasih Pelayanan 

oleh -1337 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com – Aroma keresahan kian tercium di lingkup pelayanan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Tiberias Utaurano. Sejumlah Anggota jemaat melontarkan keluhan soal perilaku oknum -Oknum yang dianggap lebih mengedepankan kepentingan pribadi ketimbang panggilan pelayanan.

Ketidakpuasan itu mencuat dalam bentuk kritik keras terhadap sikap pilih kasih dalam pelayanan, minimnya perhatian pastoral, hingga dugaan penyalahgunaan dana jemaat.

“Paktik-praktik semacam itu berpotensi merusak persatuan gereja dan menumbuhkan kubu-kubu di dalam persekutuan Gereja Tiberias Utaurano,“ kata Seorang Anggota Jemaat yang Enggan namanya di Sebut

Sejumlah laporan menyebut Oknum Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) Tiberias Utaurano kerap abai terhadap komunikasi. Informasi penting kerap tidak tersampaikan, sehingga menimbulkan salah paham dan ketegangan di jemaat.

Tak berhenti di situ. Ada pula dugaan penggunaan dana anggota jemaat sebagai sarana pinjaman oleh pihak tertentu. Meski masih sebatas dugaan, isu ini cukup membuat warga jemaat resah karena menyangkut soal transparansi dan akuntabilitas keuangan gereja.

Pelayanan doa dan komunikasi pastoral juga dinilai minim. Beberapa Anggota jemaat yang tengah menghadapi persoalan pribadi maupun keluarga mengaku tidak mendapatkan pendampingan rohani. Kondisi ini berimbas pada munculnya kelompok-kelompok kecil di jemaat yang saling berseberangan.

Sorotan paling tajam diarahkan pada praktik pilih kasih. Sejumlah kegiatan ibadah, terutama yang digelar oleh kelompok Wilayah Pelayanan (KWP) Satu, disebut tidak dilakukan secara adil. Keputusan sepihak dari ketua jemaat yang tidak berkomunikasi menimbulkan kesan diskriminatif.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIST, Pdt. Welman Boba, ketika dimintai tanggapan beberapa waktu yang lalu Mengatakan Pendeta GMIST adalah pelayan jemaat, tanpa memandang siapapun. Tidak ada sekat ketika melayani. Pendidikan teologi ditempuh selama lima tahun bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk mengabdi

“Pelayanan gereja seharusnya dilandasi ketulusan. Saya menolak jika ada praktik diskriminatif yang memecah jemaat, Pendeta memang harus bekerja untuk melayani,” ujarnya.

Situasi ini membuat sebagian Anggota jemaat mendesak Sinode GMIST segera turun tangan. Mereka berharap ada langkah tegas untuk menertibkan oknum-oknum yang dianggap menyalahgunakan peran di Gereja Tiberias Utaurano.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.