Gubernur Yulius Ucapkan Selamat HUT JIW ke-72 Pesankan Perkokoh Iman dan Komitmen Jemaat

oleh -1254 Dilihat

REPORTASEMANADO- Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dalam Ibadah Syukur HUT Ke-72 Jemaat GMIM Imanuel Wanea dan Pengucapan Syukur menyatakan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta selaku pribadi dan keluarga, mengucapkan selamat atas perayaan syukur ini.

“Kiranya, momentum sukacita syukur ini akan memperkokoh iman dan komitmen jemaat untuk memberikan yang terbaik bagi hormat dan kemuliaan nama Tuhan serta dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah,”ungkap Gubernur Yulius lewat sambutan yang dibawakan Plt Kabanlitbang Sulut Novita Lumintang, Minggu (10/08/2025)

Lanjut Gubernur, hari ulang tahun ke-72 ini adalah momentum yang sangat penting, bukan hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai bentuk refleksi dan syukur atas perjalanan panjang pelayanan dan kesaksian iman Jemaat GMIM Imanuel Wanea. Selama 72 tahun, jemaat ini telah menjadi bagian dari karya besar Allah di tengah masyarakat dan bangsa, menjadi terang dan garam, serta ikut membangun karakter dan moralitas umat Tuhan.

” Perjalanan panjang ini tentu tidak selalu mudah. Penuh tantangan, perubahan dinamika sosial. Namun oleh kasih karunia Tuhan zaman, dan dan kerja sama seluruh komponen jemaat,GMIM Imanuel Wanea tetap berdiri teguh, bertumbuh, dan menghasilkan buah-buah pelayanan yang nyata bagi gereja dan masyarakat,”tandas Lumintang mewakili Gubernur

Selanjutnya, dalam budaya dan iman Kristen di Tanah Minahasa, pengucapan syukur adalah wujud penghormatan kepada Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya. Ini adalah manifestasi iman yang hidup bahwa segala hasil, baik jerih lelah, panen, kesehatan, pekerjaan, maupun keluarga, semua berasal dari Tuhan. Pengucapan syukur juga mengajarkan jemaat untuk jangan menjadi sombong, namun tetap rendah hati dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Spirit ini sangat relevan, apalagi di tengah dunia yang makin individualistis dan materialistis.

Perayaan Hari ulang tahun dan pengucapan syukur ini juga menjadi titik tolak untuk mengevaluasi, menata kembali arah pelayanan, dan menyusun strategi ke depan. Gereja bukan hanya bangunan fisik atau rutinitas liturgis, melainkan suatu persekutuan yang hidup dan dinamis, yang harus terus bergerak menjawab tantangan zaman.

Bagaimana gereja menanggapi isu-isu sosial, bagaimana memberdayakan pemuda, bagaimana mengembangkan pelayanan digital, bagaimana memperkuat diakonia, dan bagaimana memastikan pelayanan menjangkau semua golongan, tentunya ini semua perlu direncanakan dan dikerjakan bersama. Zaman terus berubah. Kebutuhan jemaat pun terus berkembang. Gereja yang sehat adalah gereja yang peka terhadap realitas jemaatnya. Tidak cukup hanya menyampaikan Firman, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan jemaat sehari-hari, baik dalam pergumulan ekonomi, masalah keluarga, pendidikan anak-anak, kesehatan lansia, hingga persoalan lingkungan hidup. Di sinilah gereja harus semakin aktif dan kreatif. Program-program pelayanan harus bersifat kontekstual, relevan, dan berdampak langsung.

“Kita harus pahami bersama bahwa, pelayanan bukan hanya di dalam dinding gereja. Di manapun kita ditempatkan, di kantor, pasar, sekolah, rumah sakit, bahkan di media sosial kita adalah pelayan Kristus. Gereja perlu menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi pelayan berarti juga menjadi agen perubahan, pembawa damai, dan pemersatu di tengah masyarakat. Mari buktikan bahwa jemaat GMIM Imanuel Wanea tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga berdampak dalam tindakan sosial yang konkret,”tuturnya

” Saya percaya, ketika gereja dan pemerintah bersinergi, maka akan tercipta kekuatan besar untuk membangun masyarakat yang sejahtera, adil, dan beradab. Gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun manusia dari sisi moral, etika, dan spiritual.Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan gereja, termasuk dalam penguatan keluarga, pembentukan karakter generasi muda, pengentasan kemiskinan, dan menjaga kerukunan serta toleransi di Sulawesi Utara yang kita cintai,” harap Gubernur

Gubernur pun mengajak seluruh jemaat GMIM Imanuel Wanea untuk terus bersinergi dengan pemerintah, menjaga Sulawesi Utara sebagai daerah yang aman, religius, dan toleran. Mari kita jaga persatuan, kita lawan hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk radikalisme. Mari kita isi ruang publik dengan hal-hal yang membangun dan memuliakan Tuhan.

Ibadah dipimpin Pdt Christian Luwuk dari BPMS, didukung panitia HHRG yang diketuai Ivone Paendong Bungkolu serta ketua BPMJ Pdt Priskila Solang- Tampemawa STh

Hadir dalam HUT JIW Stafsus Gubernur Herol Kaawoan , Perwakilan Pemkot Manado, TNI POLRI- serta para mantan pendeta jemaat dan pelayanan. (Ven)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.