2 Pekan Operasi Samrat 2023, Jumlah Korban Lakalantas MD di Sulut Menurun

oleh -555 Dilihat

REPORTASEMANADO – Jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama 2 pekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2023 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di tahun 2022.
Hal tersebut diungkap oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulut AKBP Roy Tambayong saat konferensi pers, di Balai Wartawan Polda Sulut, Selasa (21/2/2023).
“Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Samrat 2023 yang dimulai sejak tanggal 7 Februari 2023, terjadi 52 peristiwa lakalantas. Terjadi penurunan sebanyak 4 kasus atau 7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022,” ujarnya.
Dari jumlah total kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia (MD) turun 44 persen.
“Korban meninggal dunia turun dari 9 orang di tahun 2022 menjadi 5 di tahun 2023, luka berat turun dari 9 orang di tahun 2022 menjadi 6 di tahun 2023, dan luka ringan naik dari 56 orang di tahun 2022 menjadi 65 orang di tahun 2023. Kerugian materil tahun 2022 sebanyak Rp. 246.000.000 turun menjadi Rp. 121.200.000 di tahun 2023,” lanjutnya.
Sementara itu untuk total pelanggaran (Tilang dan Teguran) mengalami kenaikan sebanyak 32,97 persen.
“Operasi Keselamatan 2023 terjaring pelanggaran sebanyak 11148, naik 2764 pelanggaran dari tahun 2022. Khusus untuk Tilang terjadi kenaikan 614 persen dari 333 di tahun 2022 menjadi 2376 di tahun 2023. Sedangkan Teguran naik 9 persen dari 8051 di tahun 2022 menjadi 8772 di tahun 2023,” kata AKBP Roy Tambayong.
Sementara itu untuk jenis pelanggaran tertinggi selama pelaksanaan Operasi Kepolisian Keselamatan Samrat-2023 didominasi oleh pelanggaran tanpa helm untuk kendaraan R2 dan kelengkapan kendaraan untuk R4.
“Pelanggaran kendaraan R2 didominasi tidak menggunakan helm sebanyak 3241 pelanggaran, kelengkapan kendaraan 1286 pelanggaran, dan lain-lain 761 pelanggaran. Dan untuk kendaraan R4 didominasi kelengkapan kendaraan sebanyak 616 pelanggaran, safety belt 461 pelanggaran, dan lain-lain 363 pelanggaran,” lanjutnya.
Untuk wilayah yang mengalami lakalantas tertinggi terjadi di Manado sedangkan terendah di Kotamobagu, Sangihe dan Sitaro.
“Satwil dengan lakalantas tertinggi terjadi di wilayah Polresta Manado dengan 17 kejadian disusul Polres Minut 8 kejadian. Sedangkan terendah terjadi di Kotamobagu, Sangihe dan Sitaro dengan nihil kejadian,” ungkap AKBP Roy Tambayong.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap mematuhi aturan dalam berlalulintas. “Utamakan keselamatan, karena keselamatan adalah yang pertama dan utama,” pungkasnya.(tbn/ven)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.