Gubernur Yulius Dorong 2000 Tenaga Kerja Sulut ke Jepang, Disnakertrans Gandeng Kedubes dan LPK Yuta di SMK 3 Manado

oleh -318 Dilihat

Reportasemanado.com — Perwakilan Kedutaan Besar Jepang bersama tujuh Sending Organization (SO) dari Jakarta hadir di SMK 3 Manado, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini diprakarsai LPK Yuta Tangkere Mulia untuk membuka peluang kerja bagi lulusan SMK ke Jepang.

Wakil Kepala Sekolah SMK 3 Manado, Markus Mamangkey, menyampaikan selamat datang kepada Disnakertrans Sulut, LPK Yuta Tangkere Mulia, dan tim.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Semoga bisa bekerja sama dengan LPK Yuta dan tim,” ujarnya. Hadir juga guru Bahasa Jepang serta siswa kelas 11 dan 12 yang antusias mengikuti sosialisasi.

Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Mrs. Fujiyama, berterima kasih atas waktu yang diberikan. Ia menjelaskan sistem kerja di Jepang dan menegaskan banyak kesempatan bagi orang Indonesia.

“Jepang banyak orang Indonesia bekerja di sana. Yang paling terkenal di Jepang, orang Indonesia, karena orang Indonesia baik hati dan pekerja keras,” kata Mrs. Fujiyama.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus melalui Kadisnakertrans Noldy Salindeho yang diwakili Kabid Arthur Lendeng mengapresiasi kehadiran Mrs. Fujiyama dan 7 SO yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Tujuannya untuk memperbaiki dan menambah pengetahuan siswa tentang peluang kerja ke Jepang.

Kabid Arthur Lendeng menegaskan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut menitikberatkan pada peningkatan SDM. Hal itu sudah dilakukan di level pendidikan, termasuk sekolah menengah kejuruan.

“Disnaker akan menjadi domain tugas memastikan adik-adik setelah lulus masuk dunia industri atau dunia kerja,” jelasnya.

Saat dihubungi LPK Yuta, Disnaker menyatakan apresiasi. Ini sejalan dengan keinginan Gubernur Yulius agar peningkatan SDM di Sulut tercapai.

“Informasinya, setiap tahun diperlukan 2000 tenaga kerja untuk bekerja di Jepang. Sampai saat ini baru 500-an, maka akan dikejar lagi,” ungkap Arthur.

Untuk mencapai target 2000, Disnaker akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Daerah. Lulusan SMK dinilai sudah siap kerja, dan Jepang menjadi salah satu pilihan lapangan kerja strategis. “Ketika lulus SMK banyak yang mau kerja. Pemerintah siap memfasilitasi bagi yang berkeinginan. Pergunakan acara ini,” kata Arthur.

Ia menambahkan, bagi siswa yang ingin kuliah dipersilakan, tetapi bagi yang memilih bekerja, Jepang layak dipertimbangkan. SO yang hadir merupakan perusahaan berizin resmi memberangkatkan tenaga kerja ke Jepang, sehingga prosesnya aman dan terjamin.

Vanda Tengker selaku kepala LPK menyatakan terima kasih dan apresiasi kepada SMK negeri 3 dan Disnakertrans Sulut, dimana LPK Yuta ini memberikan kesempatan kepada adik-adik SMK untuk dapat bekerja di Jepang.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemprov Sulut di bawah Gubernur Yulius Selvanus untuk menghubungkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja global. Sinergi Disnakertrans, LPK Yuta Tangkere Mulia, Kedubes Jepang, dan SO diharapkan mempercepat penempatan 2000 tenaga kerja asal Sulut ke Jepang. (Ven)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.