Tulude 2026 dan 601 Tahun Sangihe: Pemerintah Daerah Teguhkan Arah, Thungari Tekankan Hikmat dan Ketahanan

oleh -94 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menandai usia ke-601 daerah itu melalui upacara adat Tulude 2026 yang digelar di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu malam, 31 Januari 2026. Ritual adat tahunan tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah yang telah melewati perjalanan lebih dari enam abad.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyebut peringatan 601 tahun bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan momentum untuk membaca kembali jati diri daerah dan memperkuat fondasi moral pemerintahan.

“Enam abad lebih ini adalah bukti ketahanan dan kebersamaan masyarakat Sangihe. Ini bukan hanya tentang usia, tapi tentang karakter, iman, dan cara kita memandang masa depan,” kata Thungari dalam sambutannya.

Tulude tahun ini mengusung tema Pempahuliage Sularungu Alamate Kakendage Ghenghonalangi—bersukacita dalam berkat dan rahmat Tuhan. Bagi Thungari, tema tersebut menegaskan bahwa sukacita tidak lahir semata dari keberhasilan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dan pemerintah menghadapi tantangan dengan hikmat.

“Sukacita adalah kedewasaan. Ia tumbuh dari keberhasilan maupun ujian. Pemerintahan yang kuat lahir dari kesadaran itu,” ujarnya dengan nada lugas.

Prosesi Tulude yang sarat simbol menjadi cermin relasi antara manusia, alam, dan nilai leluhur Sangihe. Thungari menegaskan bahwa nilai kebersamaan, kerendahan hati, penghormatan terhadap alam, serta iman kepada Tuhan harus terus menjadi dasar kebijakan publik dan pembangunan daerah.

“Pembangunan tidak boleh tercerabut dari nilai adat dan iman. Itu yang menjaga arah kita tetap benar,” kata dia.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, jajaran Forkopimda provinsi dan kabupaten, pimpinan DPRD, tokoh adat, tokoh agama, serta mantan kepala daerah Sangihe. Hadir pula perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara dan Bank SulutGo.

Mailangkay menilai usia 601 tahun menunjukkan daya lenting masyarakat Sangihe sebagai daerah perbatasan Indonesia. Ia mengibaratkan Sangihe sebagai kapal besar yang tetap berlayar karena iman, adat, dan kearifan lokal yang menjadi penopang.

“Ini bukan perjalanan singkat. Ini enam abad keteguhan,” ujarnya.

Thungari juga menyinggung pelaksanaan Tulude yang berlangsung sederhana namun bermakna. Ia menyebut keterbatasan anggaran tidak mengurangi nilai prosesi adat tersebut.

“Yang terpenting bukan besarnya biaya, tapi hikmat dan kejujuran dalam mensyukuri apa yang Tuhan titipkan,” katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, peringatan 601 tahun melalui Tulude 2026 menjadi penanda kesinambungan antara masa lalu dan masa depan—bahwa pemerintahan modern tetap berpijak pada nilai budaya, iman, dan kesadaran sejarah.

Di usia ke-601, Sangihe tidak hanya merayakan umur, tetapi menegaskan arah.

(Advetorial/Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.