Prinsip Sederhana Cloudia Koroh: Beri yang Terbaik, Terima yang Terbaik

oleh -102 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com— Vivien Cloudia Koroh tak pernah menganggap profesi guru sekadar pekerjaan rutin. Perempuan kelahiran Tondano, 15 Oktober 1994 itu memilih ruang kelas sebagai tempat pengabdian, sekaligus ruang belajar bagi dirinya sendiri.

Di usia 31 tahun, Cloudia—sapaan akrabnya—mengajar Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Tahuna. Di sela tanggung jawab sebagai pendidik, ia tetap setia pada hobinya: berolahraga, aktivitas yang menurutnya turut menjaga semangat dan energi dalam keseharian.

Cloudia memegang prinsip hidup sederhana yang ia jadikan pegangan dalam bekerja dan menjalani hidup: “Give the best and you will receive the best.” Baginya, kalimat itu bukan slogan, melainkan cara berpikir yang terus ia rawat dalam rutinitas mengajar.

“Suka dukanya dalam pekerjaan mungkin cuma menghadapi murid yang berbeda-beda karakter, tapi itulah tantangan yang harus dihadapi seorang guru,” kata Cloudia.

Ia memahami bahwa setiap siswa datang dengan latar dan cara berpikir yang berbeda. Karena itu, mengajar bukan semata menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga soal membangun pendekatan, merawat kesabaran, dan memperluas pemahaman.

Di balik dinamika ruang kelas, Cloudia mengaku menemukan kenyamanan yang membuatnya betah mengajar di SMK Negeri 3 Tahuna. Ia menyebut sekolah itu bukan hanya tempat kerja, tetapi telah menjadi keluarga kedua.

“Senang bisa mengajar di SMK Negeri 3 Tahuna karena semua guru, pegawai, tata usaha semua baik seperti keluarga,” ujarnya sambil tersenyum.

Perjalanan Cloudia menuju dunia pendidikan terbentuk sejak bangku kuliah. Ia menyelesaikan studinya pada 2019 di FBS (Fakultas Bahasa dan Seni). Bekal akademik itu membentuk gaya mengajarnya yang komunikatif, sekaligus memberi ruang bagi Cloudia untuk tampil lebih ekspresif di depan siswa.

Di lingkungan keluarga, Cloudia merupakan putri dari pasangan Alex Arie Boy Koroh dan Jeane Elizabeth Frans. Dukungan keluarga dan orang tua menjadi salah satu fondasi penting yang menguatkannya menjalani kehidupan sebagai pendidik.

Kini, Cloudia melangkah dengan keyakinan bahwa memberi yang terbaik adalah jalan paling jujur untuk bertumbuh. Di ruang kelas, ia hadir sebagai guru yang sabar. Di luar kelas, ia tetap menjadi pribadi yang aktif berolahraga. Di antara keduanya, ia menunjukkan bahwa inspirasi tidak selalu lahir dari hal besar—kadang muncul dari kebiasaan sederhana: konsisten, tulus, dan terus memberi yang terbaik.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.