Menyapa Kota di Pagi Buta, BRI Tahuna Serahkan Bantuan Untuk Penyapu Jalan. 

oleh -371 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com — Kota Tahuna belum sepenuhnya terjaga ketika jarum jam menunjuk pukul 03.00 Wita. Jalanan masih lengang, lampu-lampu temaram, dan udara subuh menyelimuti Tanah Tampungang Lawo. Di saat sebagian besar warga terlelap, sekelompok pekerja Persekutuan Pekerja Kristen (PPK) BRI Cabang Tahuna justru memulai langkah sunyi—menyapa mereka yang bekerja tanpa sorotan.

Aksi itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-130 Bank Rakyat Indonesia (BRI), sekaligus memaknai kelahiran Yesus Kristus. Sasaran mereka bukan panggung besar atau keramaian, melainkan para penyapu jalan—pekerja yang menjaga wajah kota tetap bersih sebelum aktivitas dimulai.

Satu per satu petugas kebersihan ditemui di sudut-sudut jalan. Tanpa seremoni, tanpa pengeras suara. Paket sembako diserahkan, senyum ditukar, dan sapaan hangat mengalir di antara dinginnya pagi. “Senyum para penyapu jalan itu menjadi hadiah Natal yang paling berharga bagi kami,” ujar salah satu perwakilan pekerja BRI.

Pemimpin Cabang BRI Tahuna Dafi Qisthi mengatakan kegiatan tersebut merupakan refleksi nilai yang dipegang BRI selama lebih dari satu abad hadir di tengah masyarakat. Menurut dia, perbankan tak semata soal angka dan layanan, tetapi juga tentang empati dan keberpihakan sosial.

“Di usia 130 tahun, BRI ingin terus hadir bukan hanya sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Kepedulian sederhana seperti ini adalah wujud nyata semangat Memberi Makna Indonesia,” kata Pinca Dafi

Ia menambahkan, memilih waktu subuh dan menyasar penyapu jalan bukan tanpa alasan. “Mereka bekerja saat kota belum bangun. Kami ingin hadir di waktu dan ruang yang sama, sebagai bentuk penghormatan atas kerja sunyi mereka,” ujarnya.

Kegiatan berbagi kasih ini menjadi pengingat bahwa makna Natal tak selalu hadir dalam gemerlap perayaan. Kadang, ia justru lahir dari langkah-langkah kecil di pagi buta—ketika kepedulian berjalan beriringan dengan keheningan.

Bagi BRI Tahuna, menyapa dalam senyap adalah cara sederhana untuk merawat kemanusiaan. Dan bagi para penyapu jalan, pagi itu mungkin terasa sedikit lebih hangat.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.