Ferdy Sondakh Serap Aspirasi Masyarakat Barangka, Masalah Air dan Listrik Jadi Sorotan Utama

oleh -951 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com— Kegiatan reses Ketua DPRD Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh, di Kampung Barangka, Kecamatan Manganitu, Jumat, 5 Desember 2025, berubah menjadi forum terbuka membahas persoalan mendasar yang membebani warga.

Aspirasi yang mencuat didominasi kebutuhan nelayan, penguatan UMKM, hingga masalah air bersih yang disebut warga “paling mendesak”.

Dalam masa akhir Persidangan Pertama Tahun 2025–2026, Sondakh—yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sangihe—turun langsung ke wilayah dapilnya untuk mendengar persoalan masyarakat.

Kelompok nelayan meminta bantuan alat tangkap dan mesin katinting guna menunjang aktivitas melaut, sementara para pelaku UMKM yang sebagian besar ibu rumah tangga berharap adanya dukungan permodalan.

Namun, keluhan paling keras datang dari persoalan air bersih. Warga mengeluhkan jaringan air di kampung itu yang hingga kini masih disegel Perumda Ake Banua. Kondisi tersebut membuat suplai air tidak normal dan warga harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan harian.

Menanggapi situasi itu, Sondakh mengambil langkah cepat. Ia langsung menghubungi Direktur Utama Perumda Ake Banua, Teguh Salianti, dan memintanya hadir dalam kegiatan reses tersebut. Kehadiran Dirut PAB itu disambut positif karena warga akhirnya bisa menyampaikan keluhan secara langsung serta mendengar penjelasan teknis dan rencana tindak lanjut dari pihak perusahaan.

“Reses ini bukan sekadar mendengar, tapi bertindak. Masalah air harus diselesaikan dari hulunya, karena air dan listrik adalah kebutuhan dasar rakyat,” ujar Sondakh, yang akrab disapa Ko Didi.

Selain air, warga juga menyoroti persoalan listrik yang kerap padam dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sondakh memastikan masalah tersebut akan dibawa dalam rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk mendapat penyelesaian.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka. Warga terlihat antusias menyampaikan ragam persoalan, sementara Sondakh menegaskan seluruh aspirasi itu akan ia kawal hingga ditindaklanjuti.

Dengan pendekatan gotong royong dan gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, Sondakh memastikan aspirasi Kampung Barangka bukan hanya dicatat, tetapi diperjuangkan hingga menghasilkan keputusan konkret.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.