Peringatan HKN ke-61 di Sangihe: Bupati Thungari Tekankan Penguatan Layanan Primer di Daerah Kepulauan

oleh -414 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com— Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kepulauan Sangihe, Sabtu (15/11/2025), menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menegaskan kembali pentingnya layanan kesehatan primer, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., membacakan pidato Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang menyoroti urgensi membangun generasi sehat menjelang Indonesia Emas 2045.

Dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, HKN tahun ini menyoroti 84 juta anak Indonesia yang akan memasuki usia produktif dua dekade mendatang. “Kita hanya punya waktu 20 tahun untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi sehat, tangguh, dan unggul,” ujar Thungari mengutip pesan Menkes.

Transformasi Kesehatan: Dari Mengobati ke Mencegah

Pemerintah pusat dalam empat tahun terakhir menggeser fokus sektor kesehatan dari pelayanan kuratif menuju preventif. Tiga capaian menonjol dipaparkan dalam pidato tersebut:

Lebih dari 52 juta masyarakat mengikuti layanan deteksi dini melalui program cek kesehatan gratis.

Cakupan skrining TBC meluas hingga menjangkau 20 juta orang. Peningkatan fasilitas layanan rujukan terus berjalan, dengan 35 dari 60 RSUD mencapai target pembangunan pada 2022.

Transformasi ini, menurut Thungari, menjadi ruang refleksi bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Prioritas Sangihe: Puskesmas Kuat, Stunting Turun

Dalam konteks Sangihe sebagai daerah kepulauan, Thungari menegaskan bahwa penguatan layanan primer harus menjadi fokus utama. Ia menyebut peningkatan kualitas Puskesmas, percepatan penurunan angka stunting, pelatihan kader kesehatan kampung, serta penguatan surveilans penyakit terintegrasi sebagai strategi substantif yang akan dijalankan.

“Dengan kondisi geografis seperti Sangihe, layanan primer adalah fondasi. Harus kuat, dekat, dan responsif,” tegasnya.

Untuk sistem rujukan, Bupati menyoroti perlunya pembenahan prosedur layanan penyakit prioritas seperti jantung, stroke, dan kanker yang selama ini dinilai berbelit.

Digitalisasi Kesehatan: Peluang Bagi Wilayah Kepulauan

Thungari juga menyoroti pemanfaatan teknologi sebagai percepatan layanan kesehatan, mulai dari integrasi sistem melalui Satu Sehat hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. “Digitalisasi adalah peluang besar. Teknologi dapat memotong hambatan jarak dan membuka akses layanan yang lebih cepat,” katanya.

Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan Pelosok

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan penghargaan bagi tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah terpencil, menyebut mereka sebagai ujung tombak pelayanan publik. “Dedikasi mereka adalah napas pelayanan kesehatan di Sangihe,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan dan Penghargaan Peringatan HKN di Sangihe turut dirangkaikan dengan berbagai kegiatan. Sebelumnya, Dinas Kesehatan melaksanakan bakti sosial di Pulau Nusa, Kecamatan Nusa Tabukan, pada 3–4 Oktober 2025.

Pada puncak acara, Dinas Kesehatan memberikan penghargaan kepada program terbaik di Puskesmas serta menetapkan Kampung Tenda sebagai satu-satunya kampung yang telah mendeklarasikan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK melalui Pojok Sengon Hebat, sebuah ruang edukasi untuk mendorong gaya hidup sehat.

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Tendris Bulahari, Sekda Melanthon Herry Wolff, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Forkompimda, Ketua TP-PKK Cherry Thungari–Soeyoenus, para direktur rumah sakit, hingga kepala 17 Puskesmas se-Kabupaten Sangihe.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.