Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Sulawesi Utara Disupport Gubernur Yulius Selvanus Komaling

oleh -702 Dilihat

Bali, Reportasemanado.com – Kegiatan Penilaian Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) di Bali pada tanggal 5-8 November 2025 diikuti Pemprov Sulut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara. Kegiatan ini bertujuan dapat mengetahui tingkat efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di daerah nyiur melambai dan mendapat dukungan atau disupport penuh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Mewakili Gubernur YSK dalam Kegiatan EVIKA yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, DR. Ir. Tienneke Adam dan Kabid PRL-PSDKP, Audy Dien.

” EVIKA memberikan gambaran tingkat efektivitas pengelolaan masing-masing kawasan konservasi, apakah berada pada tingkat dasar, menengah, atau optimal dalam pengelolaannya,” jelas Adam

Dikatakan Adam yang juga Alumni Lemhanas RI, bahwa Gubernur YSK telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai kegiatan dalam memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, sehingga dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir,” tutur Adam didampingi Kabid Dien

Lanjut Adam, bahwa kegiatan ini dilaporkan ke Gubernur YSK, yang hasil EVIKA akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan strategis bagi pemerintah untuk mengidentifikasi kekurangan kelembagaan, pendanaan, SDM, dan infrastruktur, serta menentukan prioritas intervensi. Selain itu, EVIKA juga menjadi alat pelaporan kinerja resmi bagi daerah kepada pemerintah pusat.

Dengan adanya EVIKA dan dukungan Gubernur YSK, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, sehingga dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Untuk diketahui, Sulawesi Utara memiliki 4 kawasan konservasi, yaitu Taman Pulau Kecil Tatoareng, Taman Pulau Kecil Kab. Siau Tagulandang Biaro, Taman Wisata Perairan Kab. Minahasa Utara, dan Taman Wisata Perairan Pulau Lembeh Kota Bitung. Kawasan konservasi perairan tidak hanya terfokus pada perlindungan satu area, tetapi juga menyediakan area pemanfaatan lainnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan dan pesisir. (Ven)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.