MINAHASA, REPORTASEManado- Sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat tentang kebencanaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, berupaya untuk membentuk relawan siaga bencana di semua desa dan kelurahan di Minahasa.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang.SS, ketika memberikan sambutan kepada peserta sekaligus pengukuhan relawan Relawan Penanggulangan Bencana, dari komunitas Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Sulawesi Utara, Jumat (26/09).
Menurut Wabup, relawan ini dipersiapkan untuk memitigasi bencana dan cara-cara dalam penanggulangan bencana yang bisa saja terjadi kapan saja. “Dengan adanya relawan penaggulangan bencana ini, bisa menjadi corong kepada masyarakat tentang kebencanaan dan cara-cara penanganan pasca bencana” ujar Wabup.
Selain itu juga menurut Wabup kehadiran dari relawan penaggulangan bencana ini, sangat dibutuhkan, apalagi memasuki bulan-bulan akhir tahun.
“Relawan ini sangat dibutuhkan kapan saja, apalagi tidak lama lagi kita akan memasuki musim penghujan yang bisa disertai dengan angin kencang, jadi relawan ini harus tetap siaga dan waspada dan segala pelatihan ini, akan bermanfaat bagi masyarakat,” tukas Wabup.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Minahasa Lona Wattie. SSTP.MSi, ketika dimintai keterangan dan data terkait jumlah relawan yang ada di Minahasa menerangkan bahwa hingga saat ini, Kabupaten Minahasa telah memiliki 660 relawan, yang ada di sekitar 54 desa di Minahasa.
“Termasuk didalamnya, ada komunitas yaitu Jurnalis Siaga Bencana sebanyak 30 orang, Tim Rekasi Cepat sebanyak 45 orang dan saat ini akan dikukuhkan sebanyak 34 orang dari perwakilan Pramuka kwarcab Minahasa, jadi jika dijumlahkan relawan penanggulangan bencana ini sebanyak 756 orang,” terang Wattie.
Terkait pembentukan relawan siaga bencana untuk seluruh desa dan kelurahan yang ada di Minahasa, Kaban mengatakan akan dilaksanakan secara bertahap. “Kami akan berupaya agar secara bertahap seluruh desa dan kelurahan di Minahasa, akan memiliki relawan, seperti harapan dari ibu Wakil Bupati,” pungkasnya. (JM)






