Taufik Tumbelaka : HUT Sulawesi Utara Jadi Momentum Otokritik Bagi Seluruh Pejabat Dan Birokrat

oleh -890 Dilihat

Manado – Hari Ulang Tahun ke 61 Sulawesi Utara (Sulut) diisi dengan sejumlah acara dan setidaknya ada 3 acara yang dianggap paling penting, Ziarah ke makam para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur, Upacara Peringatan HUT di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulut serta Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut. Terkait acara rangkaian ini beberapa kali diingatkan oleh Gubernur Sulut, bukan hanya sekedar seremoni semata, namun penuh makna.
Taufik M Tumbelaka yang merupakan putera bungsu Gubernur Pertama Sulut Frits Johanes Tumbelaka atau lebih dikenal dengan sapaan Broer Tumbelaka turut mengingatkan tentang makna HUT Sulut.

“HUT ke 61 Sulut dirayakan dalam situasi dan kondisi daerah sedikit banyak berbeda dikarenakan baru masa awal Presiden baru dan Gubernur – Wakil Gubernur baru. Otomatis secara sosial politik akan ada semacan masa transisi yang membutuhkan adaptasi dari semua pihak karena terjadi suasan sosial, politik serta ekonomi yang berbeda” terang Taufik M Tumbelaka putera bungsu dari keluarga Tumbelaka – Ticoalu

Lanjut Taufik M Tumbelaka terkait situasi dan kondisi (sikon) sosial, politik dan ekonomi saat ini yang bertepatan dengan perayaan HUT ke 61 Sulut

“Sikon saat ini membutuhkan kepekaan kepada semua pihak terlebih khusus para “Penyelenggara Negara” selaku Pemangku Kebijakan, dalam hal ini para Pejabat dan birokrat. Sikon sekarang juga menjadi tantangan seberapa besar mereka bisa memperkuat kemampuan kreatifitas dan inovasi dalam memenuhi tanggung jawab pekerjaan” ujar Taufik M Tumbelaka

Putera bungsu mantan Gubernur Pertama Sulut juga mengingatkan tentang pesan moral dari Gubernur Sulut dalam beberapa kali kesempatan dalam rangkaian HUT ke 61 Sulut

“Saya mencatat sekurangnya ada 4 pesan kuat dari Gubernur Yulius, makna ziarah ke makam para pemimpin adalah bentuk penghormatan, kedua, acara HUT Sulut bukan cuma seremoni semata, ke tiga adalah semangat baru untuk melangkah lebih maju, ke empat persatuan dan kebersamaan. Ada 4 pesan penting Gubernur Yulius. Pertanyaannya adalah seberapa jeli dan peka para Pejabat dan Birokrat menyimak dan memaknai pesan Gubernur Sulut”, beber Tumbelaka yang juga dikenal sebagai Pengamat Politik & Pemerintahan Sulut

Terkait sikon kekinian, Taufik Tumbelaka juga dengan keras mengingatkan kepada sejumlah pejabat

“Para Pejabat dan Birokrat wajib memeknasi setidaknya 4 pesan Gubernur Sulut. Lalu lakukan otokritik. Jadikan HUT ke 61 Sulut sebagai momentum otokritik. Stop, pola lama cari muka atau carmuk. Saya lihat ada beberapa oknum pejabat sepertinya cuma sibuk carmuk. Tidak perlu hal-hal seperti itu dilakukan. Fokus saja dengan Tugas, Pokok dan Fungsi atau Tupoksi dan fokus ke capaian kerja. Dimasa sulit ini harus tanamkan pola pikir dan pola kerja berbasis prestasi bukan cuma berbasis kinerja semata dimana yang penting tugas selesai. Musti lebih dari sekedar pekerjaan selesai. Percuma pekerjaan selesai tapi kualitas hasil kerja cuma biasa-biasa saja”, pungkas Taufik M Tumbelaka yang merupakan jebolan Fisipol UGM Yogyakarta. (**)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.