Reportasemanado.com – Adanya kenaikkan harga beras di Sulut menjadi perhatian pemerintah provinsi dibawa kendali Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus lewat Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut menegaskan tanam panen padi lewat aspek produksi tak ada masalah.
Dikatakan Kadistanak Sulut Nova Pangemanan bahwa tanam panen padi di Sulawesi Utara sesuai data di lapangan yang laporkan oleh penyuluh pertanian di setiap desa / kelurahan didampingi TNI, bahwa aspek produksi, tdk ada masalah.
Lanjut Pangemanan, dilihat dari hasil pemantauan lapangan, masalah lonjakan harga beras berada di ranah sistim distribusi dan rantai pasokan komoditi yang menjadi ranah kewenangan instansi terkait.

Dijelaskannya pula, terkait panen padi yang produksinya baik di Sulut dibuktikan luas tambah tanam (LTT) meningkat sehingga kabupaten kota juga mendapat reward dengan memberikan bantuan Alsintan yakni traktor crawler lewat lobi Gubernur Yulius mampu mendatangkan bantuan ini dan akan diserahkan saat kunjungan kerja nanti seperti di wilayah Bolaang Mongondow sebanyak 2 unit traktor crawler kemudian Bolsel 1 Unit, Bolmut 2 unit, Boltim 1 unit dan Minut 2 unit.
“Bantuan traktor crawler tahun 2025 akan diserahkan Gubernur nanti saat kunker,” jelas Kadis Nova.
Ditambahkannya pula, untuk produksi padi semester I tahun 2025 sejak januari hingga juni sebanyak 254.453 ton dimana produksi terbesar di Bolaang Mongondow 169.479 ton kemudian Minahasa Utara 19.960 ton serta Minahasa 14.407 ton dan Bolmut 13.794 ton diikuti Mitra 12.805 to.

Ini membuktikan panen padi di Sulut masih baik tak lepas dari peran pemerintah provinsi yang terus hadir bagi masyarakat. (Ven)






