Langkah Kecil di Anak Tangga, Makna Besar di Pelosok: Bupati Michael Thungari Resmikan Gereja Ararat Bowongbulo

oleh -3473 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado com — Tak semua peresmian bangunan disertai perjalanan mendaki hampir seribu anak tangga dan berjalan kaki selama setengah jam dari jalan utama. Tapi itulah yang ditempuh oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, saat meresmikan Gereja Ararat Bowongbulo di Kampung Sowaeng — sebuah momen yang menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi warga dan pemerintah daerah.

Gereja yang berdiri di wilayah terpencil ini bukanlah bangunan besar atau mewah, namun memiliki nilai simbolis luar biasa. Dibangun selama 22 tahun oleh jerih payah warga Lindongan III, gereja ini kini menjadi saksi nyata dari ketekunan dan semangat pelayanan umat yang hidup jauh dari pusat keramaian.

Keputusan Bupati Thungari untuk hadir langsung meski harus menempuh medan berat dalam cuaca gerimis menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan merata dan kehadiran pemerintah hingga ke titik-titik paling jauh di Sangihe. Ini adalah kali pertama seorang bupati meresmikan langsung gereja GMIST di wilayah tersebut, menjadikan momen ini istimewa bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga dalam sejarah pelayanan publik di Tanah Tampungang Lawo

“Bukan tentang seberapa besar gedung yang kita resmikan, tapi seberapa besar makna dan harapan yang dikandungnya,” ujar Bupati Thungari dalam sambutannya di hadapan jemaat.

Tak hanya itu saja, Bupati Thungari juga menyampaikan rasa hormat di media sosial pribadinya atas dedikasi jemaat dengan menulis pesan penuh motivasi

“Tuhan Membuat Semua indah pada Waktunya, Selamat berkarya dan kase bue jemaat Ararat Bowongbulo.” Tulis Thungari

Dengan kapasitas sekitar 20 kepala keluarga, Gereja Ararat Bowongbulo bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga simbol keteguhan iman, persatuan, dan keberhasilan warga menjaga semangat gotong royong. Bupati Thungari menyebut gereja ini sebagai inspirasi nyata bagaimana masyarakat dan pemerintah bisa berjalan bersama, bahkan di medan yang paling menantang sekalipun.

Kehadiran pemimpin daerah dalam peresmian ini membawa pesan kuat: bahwa perhatian dan pelayanan pemerintah tidak hanya terpusat di wilayah kota, melainkan menjangkau hingga ke pelosok yang selama ini mungkin terabaikan.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.