Om Dade : Pengeboran Lokasi Tambang PT JRBM Tak Boleh Asal Serobot Milik Warga
BOLSEL – Sejumlah warga masyarakat pemilik lahan pertambangan di seputar wilayah areal petambangan PT JRBM, mewarning pihak perusahaan JRBM agar tidak semenah- menah memasuki areal pertambangan diwilayah kilo 12 milik warga, jika perusaan mau melakukan pengembangan usaha lokasi tambang di wilayah kilo 12. Tidak boleh asal masuk menyeroboti milik warga. Hal tersebut disampaikan Sarjan Korompot alias Om Dade saat ditemui media ini, minggu (17/3/2025)
Dikatakannya, pihaknya mewakili pemilik lahan pertambangan diseputaran kilo 12, mewarning kepada pihak PT JRBM agar tidak asal masuk ke wilayah kilo 12, karena masih ada sebagian lahan tersebut merupakan lahan perkebunan milik warga. “Kami tidak punya niat untuk menggangu usaha PT JRBM dalam melakukan pengembangan usaha pertambangan, tapi jangan sampai pihak perusaan memasuki areal milik warga, tanpa koordinasi dan sepenggetahuan pemilik lahan tersebut tandas Om Dade.
“Kami akan terus melakukan penggecekan dilokasi, untuk melihat langsung keberadaan dari pada lokasi perkebunan warga tersebut, karena sebelumnya ada informasi, bahwa perusahaan PTJRBM, sudah mulai melakukan pengembangan usaha lokasi pertambangan di areal kilo 12. Dan sudah masuk di areal perkebunan milik warga dengan cara melakukan Pengeboran lahan tambang. Setelah kami cek ke lokasi hal ini benar adanya. Ternyata ada penggeboran disana.
Hal itu tidak boleh terjadi, karena bisa menimbulkan keresahan , sehingga kita harus koordinasikan ini dengan baik, agar tidak terjadi yang tidak kita inginkan bersama. tegas Om Dade.
PT JRBM sendiri ketika dikonfirmasi hal ini, tak mau berkomentar lebih, bahwa apa yang diduga PT JRBM telah melakukan penyerobotan lahan milik warga, saat melakukan pengembangan areal pertambangan , masih akan dikoordinasikan lagi pada Pimpinan PT JRBM. kata Yudin salah satu perwakilan PT JRBM yang dikenal sebagai Kepala Security diareal tambang saat ditemui diareal tambang kilo 12. Dikatakannya, pihaknya bekerja sesuai arahan dari atasan dan akan berupaya menghubungi atasan untuk melaporkan keberadaan ini. Pihaknya juga berjanji akan segera menghubungi pemilik lahan satu kali dua puluh empat jam, setelah menghadap pimpinan perusahaan mereka, tandas Yudin.
Sementara salah satu warga pemilik lahan perkebunan Ewin Damapolii, saat dikonfirmasi masalah ini, menggaku tak akan membiarkan lahan perkebunannya diserobot begitu saja oleh pihak perusahan . Kami sudah inggatkan dan minta kepada Pihak perusahaan untuk hentikan penggeboran diareal perkebunan kami. dan kalau hal itu masih terus berlangsung. Kami tak akan segan segan menghentikan dan membongkar peralatan pengeboran yang ada dilahsn perkebunan kami, ungkap Ewin mengakhir. (AH)






