KOTAMOBAGU, Reportasemanado.com – Peta dukungan jelang pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara mulai terbaca. Wartawan senior Erwin Mamonto tak mau basa-basi. Ia menegaskan, dukungannya hanya akan jatuh kepada calon yang benar-benar punya visi kuat membangun wartawan berkualitas dan profesional.
Bagi Pria Mantan Ketua PWI Kotamobagu, momentum pemilihan ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan penentuan arah masa depan dunia pers di daerah. Ia menilai, kondisi saat ini tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama yang minim terobosan.
“Ini bukan ajang cari jabatan. Kalau tidak punya visi besar untuk memperbaiki kualitas wartawan, lebih baik jangan maju,” tegasnya, Jumat (27/3).
Nada kritiknya jelas. Mamonto menyoroti masih adanya praktik jurnalistik yang jauh dari standar profesional. Fenomena ini, menurutnya, tidak boleh terus dibiarkan tanpa pembenahan serius dari organisasi.
“Masih ada wartawan yang bekerja tanpa dasar kompetensi yang jelas. Ini yang harus dibereskan. PWI harus hadir, bukan diam,” ujarnya.
Ia menekankan, calon Ketua PWI Sulut wajib membawa program nyata, bukan sekadar janji. Pendidikan jurnalistik, uji kompetensi, hingga penegakan kode etik harus menjadi agenda utama yang dijalankan secara konsisten.
“Jangan hanya pandai merangkai kata saat kampanye. Wartawan butuh pembinaan nyata, bukan retorika,” sentil Mamonto.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kredibilitas pers sangat bergantung pada kualitas insan di dalamnya. Jika organisasi gagal mencetak wartawan profesional, maka kepercayaan publik menjadi taruhannya.
“Kalau kualitas diabaikan, jangan heran kalau publik meragukan media. Di sinilah tanggung jawab pemimpin PWI,” katanya.
Mamonto pun menutup pernyataannya dengan pesan tegas kepada seluruh pemilih agar tidak salah menentukan pilihan.
“Jangan pilih karena kedekatan. Pilih karena visi. Karena ke depan, yang dipertaruhkan adalah masa depan profesi ini,” pungkasnya. (Amir Halatan)






