Setahun Pimpin Sulut: Relawan YSK–Victory Kenang Perjuangan RSB, Sang “King Maker” dari BMR

oleh -13 Dilihat

BOLMONG, Reportasemanado.com- Satu tahun sudah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, YSK-Victory berjalan. Di berbagai sudut provinsi ini, cerita tentang awal kemenangan itu kembali mengemuka. Bagi sebagian relawan, terutama di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), ingatan mereka tak bisa dilepaskan dari satu nama: Revan Saputra Bangsawan (RSB). Sebagai sosok penggusaha muda yang dikenal memiliki kedekatan emosional dari loyalitas kuat terhadap Prabowo Subianto, yang sering disebut dengan simbol politik Presiden 08.

RSB memandang pilkada sulawesi utara sebagai momentum strategis untuk memperkuat basis dukungan politik terhadap kepemimpinan nasional.

Atas dasar itulah RSB kemudian mengambil inisiatif yang jauh melampui pola gerakan relawan biasa.

Di antara hiruk pikuk politik saat itu, RSB bukan sekadar pendukung. Ia menjadi sosok yang oleh banyak relawan disebut sebagai king maker—figur yang menggerakkan mesin dukungan dari akar rumput hingga ke pelosok desa di BMR.

Cerita tentang peran RSB kerap dimulai dari tempat-tempat sederhana. Warung kopi, teras rumah warga, hingga lapangan desa menjadi saksi diskusi panjang yang ia bangun bersama relawan.

Kala itu, dukungan terhadap pasangan YSK–Victory di wilayah BMR belum sepenuhnya solid. Peta politik masih cair, dan banyak tokoh lokal menunggu arah angin.

RSB memilih jalan berbeda. Ia bergerak lebih dulu. “Beliau bukan hanya mengajak, tapi meyakinkan,” kenang salah satu relawan lama. “RSB datang langsung ke masyarakat, menjelaskan visi YSK-Victory, dan mengapa BMR perlu ikut menentukan masa depan Sulawesi Utara.”

Gerakan itu perlahan membentuk jaringan relawan yang semakin luas. Dari satu desa ke desa lain, simpul-simpul dukungan mulai terbangun.

Kekuatan RSB bukan hanya pada pengaruh personal, tetapi pada kemampuannya merajut organisasi relawan.

Ia membentuk tim kecil di berbagai kecamatan, mempertemukan tokoh pemuda, tokoh adat, dan komunitas lokal. Strateginya sederhana namun efektif, membangun rasa memiliki terhadap perjuangan politik itu.

BMR yang sebelumnya dianggap wilayah penuh dinamika politik, justru berubah menjadi salah satu basis dukungan penting bagi pasangan YSK–Victory.

Di situlah julukan king maker mulai melekat pada RSB.

Bagi relawan, istilah itu bukan sekadar label politik. Mereka melihatnya sebagai pengakuan atas kerja panjang di balik layar—kerja yang jarang terlihat di panggung kampanye.

Setahun Kemudian, Ingatan Itu Masih Hidup

Kini, setelah setahun pemerintahan YSK-Victory berjalan, banyak relawan kembali mengenang masa-masa perjuangan itu.

Bagi mereka, kemenangan bukan hanya hasil strategi partai atau kampanye besar, tetapi juga kerja kolektif para relawan yang bergerak dari bawah.

Dan dalam cerita-cerita itu, nama RSB hampir selalu muncul.“Kalau bicara kemenangan di BMR, sulit tidak menyebut beliau,” ujar Eman Sako, koordinator relawan Wilayah Kotamobagu. “RSB yang pertama menggerakkan kami.” tegas Sako.

Sejarah politik sering kali ditulis oleh mereka yang berada di garis depan kekuasaan. Namun di balik itu, selalu ada sosok yang bekerja dalam senyap.

Di Sulawesi Utara, bagi banyak relawan YSK–Victory, sosok itu adalah RSB—figur yang mereka kenang sebagai penggerak awal, sang king maker dari Bolaang Mongondow Raya.

Bolsel adalah salah satu daerah dengan dinamika politik yang cukup menantang. Medan yang jauh, wilayah yang tersebar, hingga komunikasi dengan masyarakat akar rumput menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kemenangan ujar Ketua KNPI Bolsel Rolan Thalib.

Di situlah peran RSB sering dikenang.

Sejumlah anggota tim pemenangan YSK–Victory mengingat bagaimana RSB turun langsung mengoordinasikan kerja relawan di lapangan. Hampir setiap agenda konsolidasi di Bolsel, ia hadir, menyapa warga, berdiskusi dengan tokoh masyarakat, hingga memastikan struktur tim bergerak hingga ke tingkat desa.

“Kalau bicara Bolsel, kita pasti ingat bagaimana RSB benar-benar all out. Hampir semua titik dia gerakkan,” kata Rolan Thalib satu anggota tim relawan saat mengenang masa kampanye.

Bagi relawan di Bolsel, kehadiran langsung figur tim pemenangan menjadi energi tersendiri. Tidak sedikit warga yang mengaku baru benar-benar memahami visi pasangan YSK–Victory setelah pertemuan-pertemuan kecil yang digelar di desa-desa.

Pendekatan yang dilakukan saat itu lebih banyak bersifat dialogis. Warga diajak berbincang mengenai kebutuhan daerah, mulai dari infrastruktur, sektor perikanan, hingga akses ekonomi masyarakat pesisir.

“Yang diingat masyarakat bukan hanya kampanyenya, tapi cara mendengarnya,” ungkap Rolan. (AH)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.