Kotamobagu, Reportasemanado.com — Riuh tepuk tangan menggema di Graha Gubenuran ruangan pertemuan itu ketika perwakilan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berdiri bersamaan. Dalam forum pelantikan Dekopinda yang berlangsung hangat namun penuh makna itu, satu keputusan penting disampaikan: menetapkan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), sebagai Bapak Pertambangan Rakyat Sulawesi Utara.
Penetapan tersebut bukan sekadar simbolik. Bagi para pengurus koperasi dan pelaku tambang rakyat yang hadir, keputusan itu dianggap sebagai bentuk penghargaan atas dukungan pemerintah provinsi terhadap keberadaan tambang rakyat di daerah.
Ketua Dekopinda Sulut Vecky Lumentut dalam sambutannya mengatakan, selama ini banyak masyarakat menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan skala kecil. Namun dalam berbagai kesempatan, para penambang rakyat kerap menghadapi persoalan legalitas, tata kelola, hingga akses pembinaan.
“Pak Gubernur dinilai memberikan perhatian terhadap nasib para penambang rakyat. Ada upaya untuk mendorong penataan agar kegiatan ini tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, tambang rakyat memang telah menjadi denyut ekonomi lokal. Dari pegunungan di Bolaang Mongondow Raya hingga kawasan pertambangan tradisional di Minahasa, aktivitas ini telah berlangsung turun-temurun.
Bagi banyak keluarga, tambang rakyat bukan sekadar pekerjaan. Ia menjadi harapan—tentang dapur yang tetap mengepul, anak-anak yang bisa tetap bersekolah, dan roda ekonomi desa yang terus bergerak.
Seorang Ketua Dekopinda Rusdy Gaib ST, perwakilan koperasi Daerah dari Kota Kotamobagu mengaku, perhatian pemerintah terhadap tambang rakyat memberi harapan baru bagi para penambang kecil.
“Kami berharap ke depan ada penataan yang jelas, izin yang lebih mudah, dan pembinaan yang membuat aktivitas tambang rakyat semakin aman dan tertib,” katanya.
Dalam kesempatan itu, para pengurus Dekopinda juga menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai wadah bagi penambang rakyat. Melalui koperasi, aktivitas pertambangan diharapkan dapat dikelola secara kolektif, lebih tertib, dan memiliki akses terhadap program pemberdayaan.
Penetapan Gubernur YSK sebagai Bapak Pertambangan Rakyat Sulut pun diharapkan menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun tata kelola tambang rakyat yang lebih baik di masa depan.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertambangan, para pelaku koperasi menilai keberpihakan terhadap penambang kecil menjadi hal penting. Sebab di balik setiap lubang tambang rakyat, tersimpan cerita tentang perjuangan hidup masyarakat di daerah.
Dan bagi mereka, pengakuan terhadap tambang rakyat bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang menjaga harapan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari bumi yang mereka gali setiap hari.(AH)





