Anak Muda Inspiratif : Mayske Angelica Takasihaeng Bekerja Mandiri Fokus Menata Karier 

oleh -4 Dilihat

Sangihe-Reportasemanado.com — Di tengah sebagian anak muda yang gemar menunda arah hidup, Mayske Angelica Takasihaeng justru memilih melaju lebih cepat. Perempuan kelahiran Manganitu, 8 Agustus 2002, ini tak ingin sekadar menjadi penonton masa depan. Di usia 23 tahun, ia sudah berdiri di garis depan: bekerja, mandiri, dan menata karier dengan sadar.

Lulusan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) tahun 2024 itu memulai fondasi kemandiriannya sejak masih kuliah pada 2021–2024. Baginya, gelar bukan tujuan akhir. Dunia kerja adalah arena pembuktian.

Kini Mey—sapaan akrabnya—berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG). Pekerjaan itu menuntut lebih dari sekadar senyum dan penampilan rapi. Ia harus memahami produk, membaca karakter pelanggan, menawarkan promo, menata display, sekaligus menjaga target penjualan.

“Perempuan harus bisa berdikari. Kita harus terus meng-upgrade diri dan meningkatkan value supaya punya masa depan yang jelas,” ujar Mey.

Ritme kerjanya tak ringan. Sebelum memutuskan tinggal di kos, ia harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Pagi dimulai lebih cepat dari kebanyakan orang. Malam sering berakhir sekitar pukul 20.00 WITA. Lelah, lapar, dan kantuk menjadi konsekuensi rutin.

Tak jarang kondisi tubuh menurun. Perubahan cuaca dan kelelahan membuatnya beberapa kali jatuh sakit. Namun, ia tak memberi ruang bagi alasan.

“Kadang mood sudah berantakan, badan capek. Tapi itu tanggung jawab. Mau tidak mau harus tetap jalan,” katanya.

Di titik inilah Mey berbeda. Ia tak menjadikan keterbatasan sebagai drama, melainkan sebagai disiplin. Tantangan diperlakukan sebagai latihan mental. Ia percaya, ketahanan dibentuk dari konsistensi menghadapi hari-hari yang tidak selalu nyaman.

Lingkungan kerja yang suportif menjadi penopang. Bersama rekan-rekan dan atasan, ia belajar tentang kerja sama, komunikasi, dan profesionalisme. Interaksi dengan beragam pelanggan memperkaya kemampuannya membaca situasi dan membangun empati.

Bagi Mey, usia muda bukan waktu untuk ragu. Justru di fase inilah karakter ditempa. Ia ingin perempuan seusianya berani mengambil langkah, memperluas wawasan, dan menyiapkan karier sejak dini.

“Raih apa yang ingin kamu capai selagi masih muda. Jangan takut melangkah. Tetap bersyukur dan terus berkembang,” ujarnya.

Kisah Mayske Angelica Takasihaeng memperlihatkan wajah lain generasi muda Sangihe: tak banyak keluhan, lebih banyak tindakan. Di tengah keterbatasan, ia memilih tumbuh. Dan di usia yang masih sangat muda, ia sudah memastikan satu hal—hidupnya tidak akan berjalan biasa-biasa saja.

(Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Reportase Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.