KOTAMOBAGU, RM.– Drama Walikota Cup 2025 memasuki babak baru yang tak terduga. DIM FC, yang sebelumnya tampil konsisten Diberbagai Kompetisi, kini membuat kejutan besar dengan mendaratkan dua pemain asing berdarah Ambon jelang duel panas melawan Mopusi FC. Pada laga Walikota Cup Kamis, (20/11/2025)
Langkah berani tersebut langsung memicu gemuruh di kalangan suporter, bahkan disebut-sebut sebagai “operasi pemadaman total” terhadap mimpi Mopusi FC yang sedang berkobar.
Duo Asing DIM FC: Senjata Rahasia yang Akhirnya Dibuka
Masuknya tiga pemain Belakang asal Ambon dan Ternate, , dan bek jangkung asal Ambon, M Yusran Rumadau, membuat suasana latihan DIM FC berubah drastis.di stadion Pontodon pagi tadi.
Pemain depam Dim FC dikenal sebagai box-to-box destroyer yang tidak pernah berhenti berlari, sementara Stoper Rumadau punya reputasi kejam dalam duel udara—bahkan kabarnya, salah satu rekan Rumadau yang bermain di Mopusi FC pun agak enggan berduel dengannya.
Arsitek DIM FC, Dani Ikbal Mokoginta, tidak bisa menyembunyikan senyum nakalnya.
“Ini turnamen besar. Kalau mau memadamkan lampu mimpi Mopusi FC, kita butuh lampu sorot internasional,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Suporter DIM FC? Tak perlu ditanya. Mereka langsung mengumandangkan yel-yel baru: “Dua asing, dua mesin—Mopusi, pasti dingin!” Mopusi FC Mulai Gelisah?
Di kubu seberang, Mopusi FC yang sebelumnya tampak tenang kini mulai menunjukkan tanda-tanda kegelisahan. Pemain mereka mengakui kehadiran dua pemain asing itu membuat peta pertandingan berubah total.
“Kami tadinya sudah siapkan rencana, sekarang harus putar otak lagi,” ujarnya dengan wajah yang tak setebal biasanya.
Meski begitu, Mopusi FC tetap berpegang pada rekor tak terkalahkan mereka. Mereka percaya gaya permainan elegan mereka masih bisa membekukan kejutan DIM FC.
Namun seorang sumber internal Mopusi FC menyebutkan bahwa pelatih mereka langsung mengadakan rapat darurat setelah kabar transfer itu pecah.
Stadion Akan Meledak Atmosfer di Baruna Arena diprediksi mencapai level “histeris maksimal”. Dengan DIM FC membawa amunisi baru dan Mopusi FC berjuang mempertahankan mimpi, laga ini seolah menjadi: Tekanan tinggi vs kontrol penuh Kecepatan Afrika + kekuatan Eropa vs permainan rapi Mopusi Ambisi membara vs dongeng tak terkalahkan
Penonton bahkan berspekulasi bahwa laga ini bisa menjadi pertandingan paling bergemuruh sepanjang Walikota Cup.
Siapa yang Tetap Menyala, Siapa yang Gelap Gulita? Satu hal jelas: sore nanti, stadion akan menjadi tempat di mana mimpi diuji dan keberanian ditantang.
DIM FC datang bukan hanya untuk bertanding—mereka datang untuk memadamkan lampu kebanggaan Mopusi FC. Akankah Mopusi FC tetap bersinar? Atau akan redup dalam gelombang pemain asing yang baru mendarat?
Semua jawabannya menunggu di atas rumput Motoboi Kecil nanti.(AH)
.





