Reportasemanado.com – Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Suluttenggo, Maman Sulaeman, menekankan bahwa semangat kepahlawanan modern adalah bentuk dedikasi total dalam melayani, dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Ini sejalan dengan visi Asta Cita, yang bertujuan memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, dan membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, Maman Sulaeman menyatakan bahwa perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian untuk melayani.
“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” ujarnya.
Maman juga menekankan bahwa pahlawan kelistrikan adalah mereka yang memastikan listrik menyala andal tanpa henti, yang bekerja di tengah tantangan demi menerangi setiap rumah, industri, dan sektor vital di Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo.
“Hari Pahlawan hari ini bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, namun juga menjadi momentum bagi kita seluruh Insan PLN untuk mengambil peran sebagai pahlawan masa kini,” katanya.
PLN UID Suluttenggo terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan meningkatkan kualitas dan keandalan listrik.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan listrik menyala andal tanpa henti, dan menerangi setiap rumah, industri, dan sektor vital di Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo,” tambah Maman.
Dalam kesempatan itu, Maman juga mengajak seluruh Insan PLN untuk mengambil peran sebagai pahlawan masa kini, dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Mari kita jadikan semangat kepahlawanan modern sebagai motivasi untuk terus melayani dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ajaknya.
Dengan semangat kepahlawanan modern, PLN UID Suluttenggo siap untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo. (Ven)





