KPU Gelar Media Gathering Dihadiri DKPP RI bahas Pemutahiran Data Pemilih 99 Persen di Sulut

oleh -146 Dilihat

REPORTASEMANADO- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara terus menseriusi  pelaksanaan pemutakhiran data agar tuntas sesuai target.  Kerja yang dilakukan KPU Sulut bersama jajarannya di Kabupaten/Kota kemudian dibeberkan dalam media gathering dengan tema Mewujudkan Sukses Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Data Pemilih Berkualitas Dalam Pilkada 2024, di salah satu di rumah kopi K8 Sario manado Rabu (10/07/2024).
Dikatakan Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan dalam sambutan pembukaannya proses pemutahiran data oleh petugas coklit telah  berlangsung dengn baik. Kendala-kendala yang dihadapi di lapangan pun bisa diatasi, dan kini capaian coklit di Sulawesi Utara sudah mencapai 99 persen.
Setelah itu, Komisioner KPU Sulut, Lanny Ointu sebagai moderator dalam kegiatan memperkenalkan  narasumber anggota DKPP RI, Muhammad Tio Aliyansha, Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh, Akademisi Dr Ferry Liando.
Dalam kesempatan pertama Muhammad Tio Aliyansha mengapresiasi penyelenggara baik KPU dan Bawaslu Sulut dalam jalannya pemilu 2024. Dia berharap pada pelaksanaan Pilkada, pihak penyelenggara juga bekerja profesional dan berintegritas.
Tidak hanya komisioner dan badan adhoc, jajaran sekretariat juga harus menaati kode etik dalam penyelenggaraan Pilkada.
Selanjutnya Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh menyampaikan beberapa hal terkait pemutakhiran dana pemilih. Dirinya mengingatkan jajaran KPU, tidak hanya mengejar realisasi capaian coklit tapi juga kualitas hasil coklit tersebut.
Mewoh mengungkapkan ada 154 saran perbaikan dari pengawas pemilu ditujukan kepada KPU Kabupaten/Kota serta jajaran di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.
Sementara itu, Dekan FISIP Unsrat, Dr Ferry Liando, mengatakan daftar pemilih juga berkaitan dengan pengadaan logistik. Secara garis besar, dia menekankan ada tiga hal penting yang menjadi alasan data pemilih ini harus diseriusi.
Yang pertama karena berkaitan dengan hak politik warga negara. Kedua legitimasi, dimana partisipasi pemilih akan naik berangkat dari daftar pemilih. Ketiga dalam rangka mencegah politisasi terhadap penyusunan daftar pemilih. Pasalnya salah satu objek yang sering disengketakan terkait hasil Pemilu dan Pilkada adalah daftar pemilih.
Dalam kegiatan ini para narasumber juga berinteraksi dengan insan pers lewat tanya jawab yang berlangsung dengan baik. (Ven)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.