Kadis Adam Buka FGD Penyusunan Dokumen Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Laut Sulawesi

oleh -1313 Dilihat

REPORTASEMANADO – Kawasan Konservasi Lepas Pantai atau disingkat KK-LP secara geografis diproyeksikan berada di atas 12 mil laut dari garis pantai. Salah satu Area of Interest (AoI) untuk kajian percontohan KK-LP di Indonesia adalah Laut Sulawesi. Hal ini diungkapkan Kadis Kelautan Perikanan Sulut DR Tinneke Adam.

Lanjut Adam, kawasan ini merupakan bagian dari Sulu-Sulawesi Marine Ecoregion yang menjadi pusat keanekaragaman hayati global.

“Ekosistem laut dalam dan lepas pantai sangat penting dalam hal konektivitas ekologis dengan permukaan dan perairan pantai, di antaranya melalui mekanisme sedimentasi, polusi, kenaikan nutrisi (upwelling), siklus yang terkait
dengan plankton,” tukasnya.

Dikatakannnya pula, untuk mengetahui kondisi ekologis dan peran dari mekanisme tersebut, maka diperlukan suatu studi atau kajian ilmiah di calon KK- LP Laut Sulawesi. Mengacu kepada dokumen peta jalan pembentukan K2P2 di perairan Sulawesi Utara, tahap awal yang menjadi prioritas di 2019-2021 adalah kajian ilmiah mengenai jejaring ekologis yang mendasari penetapan lokasi calon K2P2 di perairan Sulawesi Utara.

” Kajian ilmiah tersebut setidaknya meliputi 5 aspek kajian, salah satunya pengkajian stok ikan pelagis ekonomis penting. Dalam rangka penyusunan dokumen rencana pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Laut Sulawesi yang telah dicadangkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 13 Tahun 2024, Direktorat Konservasi Ekosistem dan Biota Perairan bermaksud untuk melakukan pengumpulan data melalui Survei Biofisik Dan Sosial Ekonomi forum group discussion (FGD) bersama bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait di Sulawesi Utara, ” jelasnya.

Dijelaskannya pula, tujuan dari kegiatan yaitu pertama pemaparan risalah hasil kajian awal yang dilakukan antara 2020-2021, kedua pemaparan Kawasan Konservasi di Perairan Laut Sulawesi yang telah dicadangkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 13 Tahun 2024 dan ketiga Penggalian input dari para pihak terhadap untuk pengembangan Kawasan konservasi lepas pantai.
Adam pun berharap saran dan masukkan dalam Focus Group Disscusion penyusunan dokumen rencana pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Laut Sulawesi.

Hadir jajaran DKP Sulut serta instansi terkait dan akademisi. (Ven)

No More Posts Available.

No more pages to load.