Program OD-SK Melalui Dinas Pangan Sulut Sosialisasikan “STOP BOROS PANGAN” Tahun 2023

oleh -1834 Dilihat

REPORTASEMANADO – Gubernur Sulut Prof (HC) Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw yang dikenal dengan OD-SK kembali melakukan terobosan dan program yang hebat yakni “Stop Boros Pangan” yang dimotor Dinas Pangan Daerah, Selasa, (24/10/2023)

Gubernur Olly diwakili Kadis Pangan Jemmy Lampus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi stop boros pangan yang diikuti Para Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara; APRINDO Sulawesi Utara; PHRI Sulawesi Utara; Para Pejabat di Lingkup Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara; Akademisi; insan pers serta narasumber.
Dikatakan Gubernur Olly, bahwa Rapat Koordinasi dan Sosialiasasi Kegiatan Gerakan Selamatkan Pangan ”Stop Boros Pangan” Tahun 2023 sangat penting, sebagaimana kita ketahui bersama, ketahanan pangan dan gizi selalu menjadi isu strategis nasional, karena pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin kuantitas dan kualitasnya, aman dan bergizi untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat, cerdas, aktif dan produktif.
Melihat situasi dan isu yang berkembang saat ini, salah satunya yaitu El Nino, menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi ketahanan pangan yang ada di daerah kita.
” Mengantisipasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan nasional, pemerintah melakukan beberapa langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan pangan. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus berkolaborasi dengan semua stakeholder guna memastikan ketersediaan dan kualitas pangan, serta menjaga keterjangkauan harga di masyrakat, “tukas Kadis Lampus
Dijelaskannya pula secara global, Food Loss and Waste (FLW) merupakan salah satu tantangan terbesar dalam sistem pangan saat ini. Menurut FAO, sepertiga dari pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang setiap tahunnya. Sesuai Food Waste Index Report 2021, sekitar 13 persen dari total produksi pangan global mengalami penyusutan (food loss) dan 17 persen pangan terbuang percuma karena perilaku boros pangan (food waste).
Perhatian terhadap Food Loss and Waste di Indonesia tentunya perlu menjadi perhatian bersama. Sesuai kajian Bappenas (2021), persentase timbulan food waste dalam 20 tahun terakhir cenderung meningkat, dari 39% pada tahun 2000 menjadi 55% pada tahun 2019, sedangkan pers
entase food loss dalam 20 tahun telah menunjukkan penurunan, dari 61% pada tahun 2000 menjadi 45% pada tahun 2019.
” Sesuai kajian Bappenas tentang Sistem Pangan Berkelanjutan Indonesia (SPBI) dirumuskan bahwa penyelamatan pangan dan pengurangan food loss and waste merupakan dua poin pentingdari sembilan Rekomendasi Pangan Berkelanjutan Indonesia,” tuturnya.
Menurutnya, pada Kajian SPBI, terdapat 45 isu utama pada Tahapan Daur Hidup, dengan isu ke-45 bahwa terjadinya pemborosan pangan dalam bentuk food loss dan food waste perlu secara sistematis dituangkan dalam suatu kebijakan dan rencana aksi yang holistik yang melibatkan lintas sektor secara terintegrasi.
Hal ini terutama terdapat keterkaitan yang erat antara SDG’s ke-2 tentang Zero Hunger dengan SDG’s ke 12.3 tentang Zero Waste, sehingga pemanfaatan pangan berlebih dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, Zero Waste to End Hunger.
Masih besarnya angka pemborosan pangan di Indonesia memberikan pengaruh terhadap ketersediaan pangan. “Badan Pangan Nasional terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya upaya mengurangi pemborosan pangan melalui Gerakan Selamatkan Pangan.  Pelaksanaan Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan pada Tahun 2023 ini dilaksanakan di 12 provinsi, salah satunya di Provinsi Sulawesi Utara,”jelas Lampus seraya menambahkan
untuk itu, penerapan Stop Boros Pangan merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan. “Perilaku boros pangan berdampak pada kerugian ekonomi bahkan lingkungan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemborosan pangan, maka pemerintah melakukan kegiatan Gerakan Selamatkan Pangan yang merupakan upaya mewaspadai ancaman krisis pangan salah ?2 dengan menekan food loss and food waste.
Karenanya penyelesaian persoalan pangan tidak dapat diselesaikan hanya oleh dinas yang menangani ketahanan pangan semata, tetapi membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat secara sinergis dan berkelanjutan, “tegasnya.
Untuk itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Bapak Arief Prasetyo Adi menyampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa keberhasilan penanganan Food Loss and Waste memerlukan komitmen bersama dan kolaborasi lintas sektor. Kehadiran berbagai stakeholders dari hulu hingga hilir merupakan wujud sinergi pentahelix untuk secara bersama menekan pemborosan pangan sehingga memberikan dampak yang positif tidak hanya terhadap pencapaian ketahanan pangan, tetapi juga pada peningkatan ekonomi dan dampak lingkungan.
Untuk itu, dalam pelaksanaannya diperlukan kolaborasi lintas sektor Pentahelix yakni unsur pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, kelompok masyarakat dan jurnalis yang tersebar pada 15 Kabupaten/Kota, dengan peran BUMN di bidang pangan sebagai operator, pihak swasta, asosiasi serta civitas akademika dan tenaga ahli yang secara berkelanjutan saling bahu membahu.
” Tentunya dengan adanya sosialisasi yang intensif diharapkan dapat diikuti dengan perubahan perilaku yang bijak dalam mengkonsumsi pangan, termasuk bijak berbelanja pangan untuk mencegah pemborosan pangan, “harap Gubernur
Untuk diketahui dalam upaya ini perlu melibatkan Kepala Lembaga, Kepala Daerah, tokoh-tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, termasuk influencer yang menjadi panutan/role model dan didengar oleh masyarakat sehingga diharapkan mulai ada perubahan mindset/perilaku dan pembiasaan terhadap hal-hal yang dianggap negatif padahal sebenarnya baik, menjadi hal yang positif.
Diharapkan pula melalui kegiatan ini, mari kita saling berkoordinasi, berbagi ide, dan menggencarkan sosialisasi untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan pangan yang bijak. Semoga kerja sama kita dapat menghasilkan tindakan konkret demi masa depan yang berkelanjutan dan berkeadilan dan semoga kita mencapai hasil yang positif dalam membangun Sulawesi Utara yang lebih Maju dan lebih Sejahtera sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pasifik. (Ven)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.